Tingkatkan Kapasitas Kelompok Tani Hutan, CDK Wilayah Kabupaten Sumenep Gelar Pelatihan Grafting
Disusun Oleh : Nur Fadhilah Syahrawi, S.Hut
Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui penguatan keterampilan di bidang pembibitan tanaman. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Grafting (Sambung Pucuk) yang melibatkan 20 Kelompok Tani Hutan (KTH) dari berbagai wilayah binaan CDK Wilayah Kabupaten Sumenep pada 8 Juli lalu.
Kegiatan yang difasilitasi bersama UPT Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur ini menjadi wadah bagi anggota KTH untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas.
Pelatihan dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan penyuluh kehutanan dalam menjawab kebutuhan kelompok terhadap peningkatan kemampuan di bidang pembibitan tanaman. Selain memperoleh materi di kelas, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembibitan dan praktik teknik grafting yang selama ini banyak diterapkan dalam menghasilkan tanaman unggul. Tujuan kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan mengenai sertifikasi benih dan bibit, teknik pembibitan yang baik, pengenalan metode perbanyakan vegetatif melalui grafting, pemberian solusi atas berbagai permasalahan pembibitan di tingkat kelompok, serta peningkatan kapasitas KTH dalam menghasilkan bibit yang berkualitas.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya penggunaan benih dan bibit yang bermutu sebagai salah satu faktor keberhasilan budidaya tanaman. Narasumber juga memaparkan tahapan pembibitan, mulai dari pemilihan bahan tanaman, penanganan benih, pemeliharaan bibit, hingga pengelolaan persemaian agar menghasilkan tanaman yang sehat dan siap ditanam.
Materi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik grafting atau sambung pucuk. Teknik ini memungkinkan penggabungan batang bawah yang memiliki perakaran kuat dengan batang atas dari tanaman yang memiliki sifat unggul, sehingga dihasilkan bibit dengan pertumbuhan lebih baik, lebih cepat berbuah, serta memiliki kualitas produksi yang lebih tinggi. Peserta tidak hanya memahami konsep grafting, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan kembali di kelompok masing-masing.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan mengenai kendala pembibitan yang dihadapi di lapangan menjadi bahan diskusi antara peserta dan instruktur. Melalui dialog tersebut, peserta memperoleh solusi teknis yang dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan komoditas yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok.
Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah Kabupaten Sumenep berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat diteruskan kepada anggota kelompok lainnya melalui praktik di lapangan. Pendampingan lanjutan juga akan terus dilakukan agar keterampilan yang telah diperoleh benar-benar dapat diterapkan dan berkembang menjadi salah satu kegiatan produktif kelompok.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh KTH mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola pembibitan secara lebih baik, menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas, serta mendukung pengembangan usaha kehutanan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. (iink)







