Rabu, 27 Mei 2020

MANFAAT HUTAN BAGI KEHIDUPAN

Mei 27, 2020 0 Comments
Pada sektor kehutanan, tumbuhan dan tanaman merupakan salah satu unsur pembentuk dari hutan. Menurut Sharma (1992), Hutan adalah suatu komunitas tumbuhan yang didominasi oleh pohon-pohon atau tumbuhan berkayu lain, tumbuh secara bersama-sama dan cukup rapat.  Pengertian lain pun timbul dari FAO melalui program The Global Forest Resources Assessment (FRA) (FAO 2010) yang dijabarkan dalam www.foresteract.com, Hutan adalah suatu hamparan lahan dengan luas lebih dari 0,5 hektar yang ditumbuhi oleh pepohonan dengan tinggi lebih dari 5 meter dan dengan penutupan tajuk lebih dari 10% atau ditumbuhi oleh pohon-pohon yang secara alami (asli) tumbuh di tempat itu dengan tinggi pohon dapat mencapai lebih dari 5 meter. Lahan yang penggunaannya didominasi oleh tanaman pertanian atau lahan untuk perkotaan tidak termasuk kategori hutan.

Didalam hutan dapat ditemui komponen- komponen yang menyusun diantaranya tumbuhan, binatang, serta organisme- organisme lainnya. Hutan alam dan Hutan rakyat memiliki perbedaan dalam unsur pembentuknya, karena hutan alam merupakan hutan yang dibiarkan apa adanya sedangkan hutan rakyat memang sengaja dibuat dan dimiliki oleh masyarakat.

Manfaat Tangible dan  Intangible Hutan

Sebagai bagian dari bumi, hutan tentunya memiliki dampak yang sangat banyak. Dampak tersebut bisa berupa dampak yang dapat diukur dengan ekonomis atau tangible dan tidak diukur dengan nilai ekonomis atau intangible. Tangibel bisa juga berarti nilai yang dapat dihitung secara nyata atau dapat dinilai langsung manfaatnya, sebaliknya Intangibel adalah aset yang tidak dapat dihitung secara langsung manfaatnya.

1. Manfaat Tangible (Manfaat ekonomis)

Hutan memiliki banyak manfaat bagi manusia agar dapat bertahan hidup. Berikut adalah manfaat hutan bagi manusia yaitu adalah :

a.  Hutan dapat memberikan pasokan bahan makanan dan minuman.
Bagian pada tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan makanan dan minuman. Pada tumbuhan terdapat banyak vitamin, karbohidrat dan zat lain yang sangat di perlukan bagi tubuh manusia. Contoh tumbuhan yang dapat dijadikan bahan makan adalah sayuran, singkong, porang, buah - buahan, sagu, dan madu. Selain itu, adapun contoh sebagai bahan minuman diantaranya adalah secang, buah – buahan, sayuran.

Gb. 1.  Sagu sebagai masyarakat pokok masyarakat Papua
b. Dapat ditemui tanaman sebagai bumbu penyedap makanan.
Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi tanah subur yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang syarat dengan sejuta manfaat, salah satunya rempah-rempah.  Rempah-rempah merupakan bagian tumbuhan yang beraroma dan berasa kuat. Jenis rempah yang dimiliki Indonesia pun cukup beragam. Contohnya : Lada, daun salam, seledri, cabe, kunyit, jahe, dll

c.  Dapat ditemui tanaman sebagai bahan kerajinan tangan dan meubel.
Tumbuhan tertentu yang memiliki spesifikasi yang diinginkan dapat dijadikan suatu kerajianan tangan yang bagus dan berseni tinggi. Selain dijadikan kerajinan dapat juga dijadikan sebagai bangku, meja, bahan bangunan dan masih banyak lagi yang lainnya. Contoh : Bambu, rotan, kayu jati, mahoni, dll.

Gb. 2.  Kerajinan rotan dan bambu

d. Dapat ditemui tanaman sebagai bahan obat.
Menurut ilmu etnobotani, pemanfaatan tanaman tersebut dipengaruhi oleh adat istiadat atau kebiasaan yang berkembang dilingkungannya. Beberapa tanaman memeiliki khasiat obat dan dipergunakan sehari-hari sesuai dengan adat budayanya.  Tanaman obat banyak dikaji untuk menjadi solusi baru sebagai penemuan obat alternatif ditengah-tengah semakin mahalnya biaya obat dan pengobatan. Manfaat ini sangatlah berguna karena dapat membantu kehidupan manusia lebih lanjut. Contoh : Kumis kucing, kina, daun jambu biji, sambiloto, jahe, temulawak, kayu secang, kayu beringin (ficus,sp), sarang semut, dll.
Gb.3 kayu secang (1),  Pohon Beringin (2), Sarang semut (3

e. Dapat ditemui bahan produk kosmetik.
Selain sebagai bahan makanan, tumbuhan banyak dijadikan produk kosmetik. Kosmetik berbahan herbal telah diakui manfaatnya sedari dulu. Hal ini juga didukung oleh kekayaan hasil alam Indonesia yang telah menghasilkan bahan-bahan herbal yang berkhasiat tinggi serta kebudayaan masing-masing adat istiadat yang punya beragam cara dalam mempercantik diri lewat bahan alamiah. Dari segi bahan, ada beberapa bahan herbal dengan khasiatnya masing-masing dan banyak dijadikan untuk kosmetik, antara lain: rumput laut, lidah buaya, tomat, bengkoang, murbei, mentimun, daun pacar kuku, gambir, merang (padi), kacang hijau, pepaya, seledri, dll.
Gb.4 Gambir  (1),  Murbei (2), Lidah buaya (3) dan Pacar kuku (4)

f.  Dapat ditemui bahan minyak atsiri
Penggunaan pengharum atau wangi-wangian dan kosmetik memang sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Parfum menjadi hal yang selalu digunakan setiap hari dan membuat penampilan semakin menarik. Saat ini sebagian parfum menggunakan bahan alami dari tumbuhan.
Gb.5 Bunga Kenanga

Sebenarnya penggunaan tanaman sebagai pewangi sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala. Orang zaman dulu menggunakan tanaman seperti dupa, setangi dan lain sebagainya untuk pengharum ruangan. Selain itu juga sering digunakan untuk wewangian acara-acara keagamaan. Contoh herbal untuk produk kosmetik adalah kenanga, akar wangi, cendana, jahe, kayu manis, cengkeh,  mawar, melati, dll.

Tentunya masih banyak lagi manfaat-manfaat yang tidak bisa dijabarkan satu-satu. Begitu juga bagian-bagian tumbuhan yang sarat akan manfaat bagi kehidupan manusia.

2. Manfaat Intangible Hutan

Dalam Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, hutan  mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi  produksi. Selanjutnya pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi  pokoknya ada tiga, yaitu hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999) menerangkan hutan  lindung adalah hutan yang diperuntukan bagi perlindungan tata tanah dan air  bagi kawasan di sekitarnya.

Oleh karena agar sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara optimal, maka kawasan hutan dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkan fungsinya yakni fungsi pelindung, fungsi produksi dan fungsi lainnya. Hutan yang berfungsi sebagai pelindung merupakan kawasan yang keadaan alamnya diperuntukan sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir, pencegahan erosi dan pemeliharaan kesuburan tanah. Hutan yang berfungsi produksi adalah kawasan hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan keras yang perkembangannya selalu diusahakan dan dikhususkan  untuk dipungut hasilnya, baik berupa kayu-kayuan maupun hasil sampingan  lainnya seperti getah, damar, akar dan lain-lain. Fungsi lain dari hutan adalah sebagai hutan konversi. Hutan ini diperuntukan untuk kepentingan lain misalnya pertanian, perkebunan dan pemukiman. Walaupun hutan mempunyai fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, namun fungsi utama hutan tidak akan berubah, yakni untuk menyelenggarakan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida, serta untuk mempertahankan kesuburan tanah, keseimbangan tata air wilayah dan kelestarian daerah dari erosi (Arief, 2001) dalam karyarido.blogspot.

Hutan Indonesia adalah paru – paru dunia. Hutan merupakan aset yang sangat berharga bagi bumi pada umumnya dan manusia pada khususnya. Manusia dan pepohonan hidup berdampingan dan saling menguntungkan satu sama lain. Banyak manfaat yang dirasakan dapat dinilai langsung atau bersifat ekonomis bagi kehidupan manusia. Sedangkan manfaat intangible hutan, diantaranya:

a. Menghasilkan oksigen
Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari bereaksi dengan enam molekul karbon dioksida (CO2) dan enam molekul air (H2O) untuk menghasilkan satu molekul glukosa (C6H12O6) dan enam molekul oksigen (O2). Dari hasil tersebut, satu pohon mampu menghasilkan 1.2 kg oksigen per hari.

Gb. 6 Siklus Fotosintesis


b. Membersihkan udara
Dalam sebuah penelitian di Amerika, disebutkan bahwa pohon diperkotaan mampu menyelamatkan rata-rata satu kehidupan per tahun di tiap kota karena pohon membersihkan udara dari partikel udara yang kotor. Dengan struktur tajuk dan kerimbunan dedaunan, debu, dan abu dapat menempel pada daun, yang di saat hujan akan tercuci oleh air hujan. Dari berbagai pengamatan yang dirangkum oleh Bianpoen (1977) diketahui bahwa kumpulan pohon yang terdapat di sebidang tanah seluas 300×400 m2 mampu menurunkan konsentrasi debu di udara dari 7.000 partikel/liter menjadi 4.000 partikel/liter.

c. Mengendalikan suhu dan kelembaban
Jika hidup di perkotaan pasti merasakan bagaimana udara kala siang hari. Akan sangat berbanding terbalik apabila tinggal di pedesaan yang rindang dan ditumbuhi berbagai macam pepohonan. Menanam pohon ternyata dapat mengurangi terciptanya udara panas di perkotaan. Inilah salah satu alasan penting untuk menanam pohon di mana pun tempat tinggal kita. Pepohonan mampu membentuk mikroklimat yang sejuk, mengurangi kebisingan, mencegah silaunya sinar matahari, mengurangi bau busuk serta menyekat pemandangan yang kurang layak. Kegiatan metabolisme evapotrenspirasi tumbuhan akan menyebabkan suhu di sekitar tajuk menjadi lebih rendah dan kadar kelembapannya meningkat (diadaptasi dari Zoer’aini, 1988; (Adiningsih, 2002).

d. Pengendali erosi, banjir, dan bencana alam
Pohon yang terdapat di hutan daerah dataran tinggi menyimpan sejumlah air yang besar dan akan mengalir menuruni bukit kemudian mengalir di sepanjang sungai. Jika tidak ada pohon, air itu akan mengalir tanpa hambatan karena tidak ada pohon yang turut menyerap air tersebut.

Gb. 7 Hutan sebagai pengendali erosi dan banjir

d.    Tempat tinggal satwa
Fungsi pohon juga digunakan oleh satwa sebagai tempat tinggal dan makanan mereka. Habitat ini mendukung berbagai kehidupan hewan untuk tetap menjaga populasinya agar tidak terjadi kepunahan.

Gb. 8 Hutan sebagai Habitat orang utan 
e. Fungsi Hidrologis
Selain sebagai penyedia oksigen, fungsi paling penting lain dari hutan adalah fungsi hidrologis. Maksudnya, hutan berfungsi untuk mengatur tata air. Fungsi ini termasuk juga fungsi untuk menyimpan air di dalam tanah serta mengatur peredarannya. Peredaran mata air tanah harus selalu diatur agar makhluk bisa memiliki pasokan air yang cukup untuk kehidupannya. Menurut penelitian, tegakan hutan yang berdaun jarum mampu membuat 60% air hujan terserap tanah, bahkan tegakan hutan yang berdaun lebar mampu membuat 80% air hujan terserap tanah.

Gb. 9 Hutan sebagai pengatur tata air
Perlu diketahui, air tanah yang sekarang ini kita nikmati sesungguhnya merupakan hasil resapan air hujan sekira 6.000 tahun lalu ketika areal serapan air masih sangat luas. Selain itu, akar pohon akan menahan tanah yang terkikis agar tidak masuk ke aliran sungai/saluran air yang akan menimbulkan endapan. Kemampuan inilah yang dapat mencegah terjadinya kekurangan air di musim kemarau dan banjir di musim hujan.

f. Fungsi Orologis
Fungsi dari hutan selanjutnya dikenal dengan fungsi orologis. Maksud dari fungsi ini adalah hutan berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Akar dari pohon-pohon di dalam hutan akan membantu menahan bunga tanah agar tidak hanyut dan menyebabkan terjadinya erosi. Selain itu, hutan juga akan membantu menjaga lapisan top soil (lapisan atas tanah). Lapisan tanah bagian inilah yang menentukan kesuburan tanah. Saat hujan, butir-butir air hujan tidak langsung menimpa permukaan tanah. Setelah ditahan oleh tajuk pohon selanjutnya ditahan oleh serasah yang berupa daun dan ranting kering. Dengan demikian tidak mengelupaskan dan memercikkan butir-butir lapisan tanah bagian atas, yang umumnya subur/tanah humus.

g. Fungsi Klimatologis
Tidak hanya memiliki fungsi yang berkaitan dengan air dan tanah, hutan juga memiliki fungsi yang berkaitan dengan udara, yaitu fungsi klimatologis. Maksud dari fungsi klimatologis ini adalah untuk mengatur iklim di atas bumi. Hutan dalam hal ini berfungsi untuk menjaga suhu udara. Jadi hutan akan mengatur suhu bumi agar tidak terlalu panas (tinggi) sehingga penguapan air tanah juga bisa dikurangi. Fungsi klimatologis hutan juga untuk menjaga kelembapan udaranya.

h. Fungsi Estetika
Selanjutnya hutan juga memiliki fungsi estetika. Maksud dari fungsi ini adalah hutan bisa menjadi sumber rekreasi bagi manusia karena keindahannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya hutan yang juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

i. Fungsi Strategis (Pertahanan)
Fungsi terakhir dari hutan adalah untuk pertahanan ketika terjadi perang. Hutan yang difungsikan untuk pertahanan ini juga sudah diatur oleh kementerian pertahanan dan sifatnya sangat rahasia.
Secara ekologi, fungsi hutan adalah sebagai penyerap air hujan untuk mencegah terjadinya erosi. Hutan mempunyai peranan penting dalam mengatur aliran air ke daerah pertanian dan perkotaan, baik lokal, regional maupun global. Sebagai contoh, 50 % sampai 80 % dari kelembaban yang ada di udara di atas hutan tropik berasal dari hutan melalui proses transpirasi dan respirasi. Jika hutan dirambah presipitasi atau curah hujan yang turun akan berkurang dan suhu udara akan naik (Miller, 1993) dalam karyarido.blospot.

Daftar Pustaka :

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman
http://karyaarido.blogspot.com/2013/11/pengertianmamfaat-dan-fungsi-hutan.html
https://www.brilio.net/wow/4-pohon-ini-kaya-manfaat-ekonomi-lingkungan-terancam-punah-181129u.html
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/manfaat-tumbuhan-bagi-manusia.html
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3866907/jangan-sembarangan-tebang-ini-5-manfaat-pohon-bagi-kehidupan
https://www.geologinesia.com/2019/03/fungsi-hutan.html
https://bibitbunga.com/12-tanaman-sebagai-bahan-parfum-dan-kosmetik/
https://foresteract.com/pengertian-hutan/

Senin, 18 Mei 2020

Pemanfaatan Lahan Pekarangan/Kebun Untuk Mengantisipasi Dampak Wabah COVID - 19 Bagi Keluarga

Mei 18, 2020 0 Comments
Wabah COVID - 19 memiliki dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya pelaku ekonomi menengah, hampir semua unsur masyarakat merasakan dampaknya. Program #WorkFormHome (WFH) serta tagar #dirumahsaja merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID - 19. Bagi Masyarakat perkotaan tentu bukanlah hal yang mudah untuk berdiam diri di rumah. Padatnya aktivitas tidak boleh terhenti walaupun pandemi. Salah satu langkah tepat adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Pemanfaatan lahan pekarangan tidak sekedar memanam tanaman kemudian menikmati hasil tanaman itu. Lebih dari itu, masih terdapat manfaat yang diperoleh dengan memanfaatkan lahan untuk pekarangan, seperti:
1.  Lahan atau kebun menjadi produktif
2.  Menikmati hasil pekarangan sendiri
3.  Sedekah oksigen
4.  Menyehatkan tubuh
5. Mengajak dan mengedukasi anggota keluarga untuk bercocok tanam
6. Memberi contoh dan edukasi kepada lingkungan sekitar untuk tetap produktif di rumah dengan memanfaatkan lahan pekarangan.


A.   Mengapa Memanfaatkan Lahan Pekarangan Penting Saat Pandemi COVID 19 ?
Memanfaatkan Pekarangan sebenarnya sangat penting dan tidak perlu menunggu wabah Covid menyerang. Namun karena kesibukan dan sebagainya, kadang pekarangan hanyalah memiliki nilai pekarangan tidak lebih. Akan tetapi, dengan adanya momentum wabah ini, memanfaatkan lahan pekarangan menajdi hal yang harus dilakukan. Ada banyak alasan mengapa memanfaatkan pekarangan sangatlah penting, diantaranya mengurangi kebosanan pada saat stay at home, dapat memutus rantai penyebaran COVID - 19, serta membantu dalam mencukupi gizi keluarga dari hasil budidaya hortikultura di rumah sehingga dapat meningkatkan imunitas badan

B. Apa saja yang yang dapat kita lakukan dalam pemanfaatan lahan pekarangan ?
Beberapa hal yang dapat kita lakukan agar pekarangan kita dapat lebih bermanfaat untuk keluarga, diantaranya adalah :
1.    Menanam Tanaman Hortikultura
Beberapa jenis sayuran yang mudah dibudidaya ialah, sawi, caisim, bayam, bawang daun, cabe, kemangi, tomat, dll. Sedangkan untuk tanaman obat keluarga dapat berupa jahe, temulawak, kunyit, kumis kucing dan lain sebagainya.
Dalam mempersiapkan media tanaman di pekarangan yang perlu diperhatikan adalah kondisi pekarangan dan sarana. Apabila kita memiliki lahan yang terbatas kita bisa menggunakan barang – barang bekas dan tembok sebagai media tempel penanaman susun bertingkat, menggunakan polibag, atau bisa juga menggunakan sistem hidroponik. Adapun beberapa barang bekas yang dapat dipakai untuk menghemat biaya adalah :

§  Botol Bekas
Lubangi salah satu bagian sisi botol air mineral untuk tempat tanaman. Jangan lupa juga lubangi bagian bawah sebagai aliran air agar kualitas tanah tetap baik. Sebelum di isi dengan media tanam/tanah sebaiknya tentukan dulu lokasi yang akan dimanfaatkan. Jika akan digantung vertical, maka cukup bagian atas botol diikat dengan kawan, dan bagian bawahnya dilubangi sebagai siklus air. Sedangkan jika berbentuk horizontal, maka kaitkan kawan di kanan dan kiri botol. Simak gambar disamping. Sedangkan untuk memanfaatkan wadah bekas seperti toples bekas dan lainnya tidak terlalu susah. Karena bentuk dan kondisinya tinggal di atur menyerupai pot.

§  Bambu, pipa dan talang air Bekas
Jika menggunakan bambu, Bilahlah bambu menjadi dua bagian. Dalam memanfaatkan bambu ini, perhatikan kelayakan dengan kondisi pekarangan sehingga tidak mengganggu kondisi pekarangan dan pandangan. Potonglah bambu jika terlalu memanjang. Kemudian silahkan diisi dengan media tanam (tanah).  Adapun penempatan bambu terdiri dari beberapa macam bisa horizontal dengan digantung, bisa juga dengan menggunakan penyanggah di bawah. Sedangkan untuk pipa bisa dibagi dua dengan  model horizontal atau dilubangi dengan model penanaman vertical. Untuk model dan variasi sarana bebas dan disesuaikan dengan kreatifitas kita.
2.  Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER)
Kebutuhan protein  hewani dan sayuran terus meningkat. BUDIKDAMBER adalah salah satu cara memperoleh keduanya di lahan terbatas. Sayuran yang digunakan dapat berupa kangkung dan ikannya dapat menggunakan lele atau nila.

Alat dan Bahan

- Ember
- 80 Liter
- Arang batok kelapa
- Gelas Plastik 
- Kawat
- Benih Lele berukuran 5-12 cm sebanyak 60-100 ekor
- Bibit Kangkung
- Tang 
- Solder

Langkah-langkah
Gelas Potongan Kangkung
1. Lubangi Gelas Plastik 10-15 Buah dengan solder / penggantinya
2. Potong Kangkung, Sisakan bagian bawah
3. Masukan bagian bawah Kangkung
4. Masukan arang batok kelapa 50% - 80% Gelas
5. Potong Kawat (12cm) dan Buat Kait untuk pegangan gelas di ember



Persiapan Media
1. Isi Air 60 Liter Diamkan 1-2 Hari
2. Masukan Ikan Diamkan 1-2 Hari
3. Rangkai Gelas Kangkung di pinggir ember

Hasil Pembuatan


Pemeliharaan
- Ember diletakkan di tempat terkena matahari maksimal 
- Kangkung akan terlihat tumbuh di hari ke-3 
- Bila ada kutu di daun kangkung, segera buang daun atau batang karena kangkung akan kriting dan mati 
- Berikan pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali dengan waktu tetap. (5-7cm pakan pf800, 10cm pf1000, >12cm 781-2, 781-1, 781) 
- Air berubah jadi hijau 
- Amati nafsu makan ikan

Pergantian Air / Sipon
Bila Nafsu makan ikan menurun, Air berbau busuk (NH3, H2S), Ikan mengantung (kepala diatas, ekor ke bawah) maka yang harus dilakukan adalah Ganti Air atau Sipon  (Penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang) dengan kriteria:

- Biasanya 10-14 Hari Sekali Penyedotan 5-8 Liter
- bisa lebih atau keseluruhan bila perlu
- Ganti dengan air bersih Kangkung yang membesar butuh air lebih banyak
- tambahkan air setinggi leher ember

Panen 
Panen Kangkung pertama 14-21 Hari sejak tanam 
Sisakan bagian bawah - tunas kangkung untuk pertumbuhan kembali 
Panen ke-2 dan selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali 
Bisa bertahan 4 Bulan 

Panen Ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan bila benih bagus dan pakan baik 
Tingkat bertahan hidup (survival) 40-100% 
Dilakukan dengan diserok atau kuras 
Ikan berkurang karena loncat saat hujan, kanibal dimakan kucing


Sumber Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) oleh JULI NURSANDI, S.Pi., M.Si.

3. Budidaya lebah tanpa sengat (Stingles Bee)

Madu merupakan nutrisi yang paling bagus untuk kesehatan. Dalam masa pandemi ini, peningkatan imun sangat dibutuhkan agar senantiasa tetap sehat tidak mudah terjangkit penyakit maupun virus. Budidaya lebah madu di rumah merupakan upaya dalam menyediakan madu berkualiatas untuk keluarga. Salah satu lebah yang mudah dibudidaya dan aman adalah lebah tanpa sengat (trigona, sp).



Lebah dapat mencari pakan di sekitar rumah kurang lebih radius 200 – 500 meter dari rumah. Madu yang dihasilkan sekitar 150 ml – 300 ml per koloni.


Nah, mudah bukan sobat rimba?