Jumat, 06 Januari 2023

Januari 06, 2023 0 Comments

 

 HASIL HUTAN BUKAN KAYU   " GAHARU "

 Oleh : Nur Fadhilah Syahrawi, S. Hut

 


Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari ekosistem hutan sangat beragam jenis sumber penghasil maupun produk serta produk turunan yang dihasilkannya. Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri Kehutanan No. P.21/Menhut-II, 2009, jenis komoditi HHBK digolongkan ke dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu :

  • HHBK Nabati meliputi semua hasil non kayu dan turunannya yang berasal dari tumbuhan dan tanaman.
  • HHBK Hewani ialah hasil non kayu yang berasal dari hewan.

Gaharu termasuk dalam Hasil Hutan Bukan Kayu kelompok Nabati Resin. Hasil hutan bukan kayu sangat berpotensi sebagai komoditas kehutanan. Hasil hutan bukan kayu dapat menyelamatkan eksploitasi terhadap sektor kehutanan ketika potensi hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan dengan baik. Manfaat kayu gaharu yang membuat nilai ekonomisnya bisa begitu tinggi antara lain :

1.       Bahan baku obat-obatan
2.       Aromaterapi
3.       Bahan baku parfum
4.       Bahan baku kosmetik
5.       Perlengkapan ritual keagamaan  (dupa, tasbih, patung)

Kayu gaharu merupakan kayu termahal di dunia saat ini. Meski namanya asing di telinga banyak orang, namun jenis kayu ini sangatlah berharga.Berbeda dengan kayu jati yang dikenal karena kekuatannya, kayu gaharu terkenal karena aromanya yang harum, sehingga banyak perusahaan parfum menggunakan kayu ini sebagai salah satu bahan untuk pembuatan parfum mereka. Dibandingkan dengan kayu jati, jenis kayu gaharu mungkin kurang populer di kalangan masyarakat umum. Mereka yang mengetahui seluk beluk kayu ini kebanyakan adalah orang yang pekerjaannya ada hubungannya dengan jenis-jenis kayu atau justru mereka yang bekerja di perusahaan parfum ternama.

Bagi kita, masyarakat awam, kayu gaharu mungkin tidak ada bedanya dengan jenis kayu lain. Namun dikalangan para pembuat parfum, kayu ini jauh lebih berharga dari batangan emas. Nyatanya kepopuleran kayu gaharu bukan hanya terjadi di masa modern seperti sekarang.

Kayu jenis ini nyatanya sudah sangat populer sejak ribuan tahun yang lalu.  Orang-orang dari peradaban kuno menggunakan minyak dari pohon gaharu sebagai parfum. Namun Salah satu yang membuat harga kayu gaharu jadi begitu mahal adalah, karena jenis kayu ini cukup langka. Pohon gaharu tidak bisa tumbuh disembarang tempat. Selain hanya tumbuh di kawasan Asia Tenggara dan Selatan, pohon ini juga hanya tumbuh di dataran tinggi dengan minimal 509 meter di atas permukaan laut.

Menariknya, pohon jenis ini termasuk pohon yang cepat sekali tumbuh. Di usia empat tahun, pohon gaharu sudah menghasilkan biji dan bunga. Namun menariknya, setiap pohon memiliki tingkat wangi yang berbeda bahkan meski aroma yang dihasilkan sama.

 

https://cdkwilayahsumenep.blogspot.com/2023/01/hutan-bukan-kayu-gaharu-nur-fadhilah.html