Kamis, 23 Januari 2020

TINDAKAN PREVENTIF MENCEGAH BENCANA BANJIR DAN LONGSOR


Sumber Foto : Jurnal Sumatra

A.    Mengenal Bencana Banjir dan Longsor
          1. Pengertian Bencana Banjir dan Longsor
Definisi Bencana udah tertuang dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Dalam Undang-undang tersebut, pengertian Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai beberapa macam bencana seperti bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. Bencana alam  merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
a.   Banjir
Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana daratan tergenang oleh aliran air yang berlebihan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menunjukkan bahwa banjir berarti “berair banyak dan deras kadang-kadang meluap atau peristiwa terbenamnya daratan karena peningkatan volume air”.
Bencana ini sering terjadi baik di pedesaan maupun perkotaan, bahkan di beberapa tempat banjir sudah menjadi agenda tahunan. Banjir di lokasi berbeda juga tentunya akan menimbulkan dampak yang berbeda. Banjir di perkotaan sebagian besar akan menimbulkan kerusakan pada sarana dan prasarana pemukiman warga. Lain hal nya jika bencana ini terjadi di pedesaan yang pada umumnya akan menyebabkan terendamnya lahan pertanian dan ladang milik masyarakat.
Sumber Foto : www.tarungnews.com
b.      Longsor
Pengertian longsor menurut Crude (1991) yaitu suatu kejadian atau peristiwa geologi yang disebabkan oleh pergerakan massa batuan, tanah atau puing- puing yang menuruni suatu lereng. Sedangkan Vernes (1978) mengartikan longsor sebagai pergerakan material ke bawah dan ke luar lereng karena pengaruh dari gravitasi. Longsor yang lebih dikenal dengan tanah longsor (landslide) juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan massa berbagai jenis batuan atau tanah yang tidak membutuhkan media berpindah seperti air atau udara.
Sumber foto : Smansa - blogspot


2. Penyebab Terjadinya Banjir dan Longsor
a.      Penyebab Banjir
Banjir terjadi bukan hanya tanpa sebab, namun disebabkan oleh banyak faktor baik berupa faktor alam maupun faktor manusia. Berikut adalah berbagai penyebab terjadinya salah satu bencana hidrometeorologi ini.
1. Kondisi Topografi
Daerah dengan kondisi topografi rendah atau disebut dataran rendah akan beresiko lebih tinggi dilanda banjir daripada dataran tinggi. Hal ini umum terjadi karena air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Selain itu, daerah hilir dari suatu DAS (Daerah Aliran Sungai) cenderung memiliki kemiringan lereng yang rendah sehingga lebih berpeluang terjadi bencana hidrometeorologi ini.
2. Intensitas Hujan yang Tinggi
Hujan lebat yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan volume air di daratan meningkat. Apabila hal ini terus terjadi maka sungai tidak akan mampu lagi menampung banyaknya volume air yang ada. Akibatnya, air sungai meluap dan terjadilah bencana ini.
3. Penyumbatan Aliran Air
Penyumbatan aliran air baik di sungai maupun di selokan karena sampah yang menumpuk akan menyebabkan terganggunya aliran air. Hal ini tentunya akan membuat aliran air cepat meluap sehingga menyebabkan bencana hidrometeorologi ini.
4. Sedikitnya Area Peresapan Air
Area peresapan air sangatlah penting untuk meresapkan air yang ada di permukaan menuju ke dalam tanah. Pada saat ini, area resapan air sangat jarang ditemukan terlebih di daerah perkotaan. Daerah yang seharusnya menjadi area peresapan air justru tertutup oleh bangunan aspal ataupun beton sehingga air yang seharusnya meresap akan menggenang di permukaan.
5. Penggundulan Hutan
Hutan dengan banyak pohon-pohon di dalamnya berfungsi untuk menahan dan menyerap air sehingga aliran air di permukaan tidak menggenang. Apabila terjadi penebangan pohon yang berlebihan atau penggundulan hutan, fungsi hutan ini akan hilang, akibatnya air akan langsung mengalir ke daerah yang lebih  rendah dalam jumlah yang banyak dan menyebabkan banjir di daerah hilir suatu DAS.
Sumber Foto : Pasberita.com
Berdasarkan penyebab diatas, maka penyebab terjadinya banjir dibedakan menjadi dua yakni karena faktor alam dan ulah manusia. Faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, kondisi alam. Sedangkan faktor yang disebabkan manusia seperti kurangnya daya resap, penggundulan hutan dan sebagainya.

b.      Penyebab Longsor
Tanah longsor umumnya terjadi pada dataran tinggi atau pegunungan. Tetapi longsor bisa terjadi pada dataran yang relatif rendah. Longsor di daerah rendah tersebut disebabkan oleh penggalian jalan, runtuhnya galian tambang atau runtuhnya tebing sungai. Apa saja penyebab tanah longsor? Berikut adalah uraiannya.
1. Curah hujan yang tinggi
Penyebab pertama seringnya terjadi longsor adalah tingginya curah hujan. Tanah yang kering pada musim kemarau mempunyai banyak pori- pori atau rongga tanah. Rongga- rongga tanah tersebut akan membentuk retakan pada tanah. Ketika musim penghujan, air hujan akan memenuhi rongga tanah dan menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Jika tanah bergeser terus menerus maka akan terjadi longsor.
2. Sampah yang menumpuk
Sampah yang menumpuk di sungai akan menyebabkan banjir. Sedangkan sampah yang menumpuk di atas permukaan tanah kemudian terkena tekanan air hujan maka akan menimbulkan longsor.
3. Adanya Aktivitas Seismik
Gempa bumi yang terjadi pada daerah berlereng terjal akan mengakibatkan dilatasi tanah. Apabila getaran gempa terus terjadi maka daerah gempa tersebut akan mengalami longsor.
4. Adanya Aktivitas Vulkanik
Salah satu penyebab terjadinya longsor adalah adanya aktivitas gunung berapi. Larva yang mencair mengakibatkan banjir lahar yang mengalir cepat ke permukaan lereng. Derasnya arus banjir lahar tersebut memicu terjadinya banjir bandang dan longsor, seperti yang terjadi pada letusan Gunung St. Helens di Washington. Longsor tersebut tercatat sebagai longsor karena aktivitas vulkanik paling dahsyat yang pernah terjadi.
5. Hutan yang Gundul
Hutan mempunyai peranan yang besar bagi kestabilan tanah. Apabila pohon- pohon besar di hutan ditebangi, maka struktur lapisan tanah menjadi labil karena tidak ada akar yang biasanya menguatkan tanah. Ketika curah hujan tinggi, kondisi tanah menjadi jenuh akan air hujan karena tidak ada pohon yang membantu menyerap air. Begitu besarnya dampak akibat hutan gundul. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka akan mengakibatkan bencana tanah longsor.
6. Struktur Bebatuan yang Hancur
Batuan sedimen dan batuan endapan sangat mudah lapuk dan hancur menjadi tanah. Apa lagi jika batuan- batuan tersebut berada di lereng gunung, maka akan sangat rawan terjadi longsor.
7. Material yang Menimbun Lembah
Lahan permukiman yang semakin sempit di daerah dataran rendah telah memaksa masyarakat untuk membuat perumahan di dataran tinggi. Perumahan tersebut dibuat dengan cara memotong tebing dan menimbun lembah. Jika material yang digunakan untuk menimbun lembah tidak benar- benar padat, maka akan mudah terjadi longsor jika terkena aliran air hujan.
8. Bendungan yang Menyusut
Menyusutnya air di danau, waduk atau bendungan mengakibatkan penurunan permukaan tanah. Permukaan tanah yang terus menerus turun akan memunculkan retakan dan mengakibatkan longsor.
9. Beban Tanah yang Berlebih
Perumahan dan bangunan yang dibangun di atas lereng memberi beban berlebih pada tanah. Tidak hanya bangunan, kendaraan berat yang melintasi jalan di lereng gunung juga menjadi beban berat bagi tanah. Jika struktur tanah yang mempunyai beban berat tersebut tidak diperkuat, maka akan menimbulkan longsor.
10. Adanya Erosi Tanah
Erosi tanah merupakan proses terkikisnya lapisan tanah oleh berbagai macam media seperti air, angin dan es. Erosi tanah yang terjadi pada tebing yang curam dan tidak mempunyai pohon sebagai penguat struktur tanah, dapat menyebabkan bencana longsor (baca : Cara Mencegah Erosi Tanah).



A.    Tindakan Preventif Untuk Menanggulangi Bencana Banjir dan Longsor
Banjir dan Longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Beragam upaya dan cara tentunya sudah dilakukan oleh sejumlah pihak. Mulai dari kampanye pencegahan banjir, hingga bragam tindakan lain dilakukan. Salah satu cara menanggulangi banjir dan longsor adalah dengan tindakan preventif.
Pengertian Preventif adalah suatu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Tindakan preventif (pencegahan) dilakukan manusia, baik secara pribadi maupun berkelompok untuk melindungi diri mereka dari hal buruk yang mungkin terjadi.
Tindakan Preventif untuk menanggulangi banjir dan longsor merupakan tindakan pengendalian yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor. Sehingga nantinya tidak adalagai dampak yang terjadi akibat banjir dan longsor. Adapun beberapa tindakan preventif menanggulangi banjir dan longsor diantaranya:
             a.  Membuang Sampah pada Tempatnya
Pendangkalan sungai adalah salah satu akibatnya. Dalam jangka panjang, pada saat curah hujan tinggi, kubik air yang tak tertampung akan mengakibatkan banjir. Karena itulah mari membuang sampah pada tempatnya. Bukan hanya untuk mencegah banjir, namun lingkungan yang bersih akan lebih menyehatkan.

             b.  Membuat Saluran Air dan Terowongan Air Bawah Tanah
Banjir merupakan masalah pembuangan air. Jika sudah mengetahui akan dibuang ke mana, maka membuat saluran air merupakan salah satu cara pencegahan banjir. Saluran air yang dibuat tidak boleh terhubung ke sungai mati atau sungai yang buntu. Tapi harus dipastikan tujuannya, yaitu terhubung dengan sungai yang memiliki aliran air yang lancar dan terhubung langsung ke laut.
www.paradigmabangsa.com

3            c. Menanam Pohon Berbatang Besar di Sekitar Rumah
Banyak saran pencegahan banjir yang mengatakan tentang penanaman pohon, namun itu saja tidak cukup. Pohon yang ditanam sebaiknya merupakan pohon yang dapat tumbuh besar. Hal ini dikarenakan, pohon yang besar memiliki akar yang kuat dan menciptakan rongga-rongga tanah yang lebih baik. Hal ini berfungsi agar air dapat cepat diserap oleh akar dan resapan air ke tanah dapat lebih optimal.


4            d. Penciptaan Green Open Space
Kawasan Terbuka Hijau adalah kawasan yang khusus ditujukan untuk penanaman pohon di daerah perkotaan. Hal ini digunakan sebagai pengganti hutan. Pada kota-kota yang cukup luas dan jarak ke hutan cukup jauh, area resapan air sangat sedikit. Sehingga dibutuhkan area tambahan dengan fungsi pengganti.



5            e. Mendirikan Bangunan atau Konstruksi Pencegah Banjir
Bukan hanya saluran air yang baik, tapi bangunan pencegahan banjir dapat dijadikan sebagai salah satu metode pencegahan banjir. Bendungan dan waduk adalah konstruksi yang tepat untuk dijadikan media pencegahan banjir, dikarenakan dapat menampung kubik air yang cukup banyak sebelum dialirkan ke laut. Sehingga air tidak sampai mengalir ke pemukiman penduduk.



Sumber:

1 komentar:

  1. thanks for your information, dont forget to visit airlangga university website https://www.unair.ac.id/2022/06/03/pakar-pariwisata-unair-ungkap-mitigasi-risiko-bencana-harus-disiapkan/

    BalasHapus