Rabu, 04 Maret 2020

Cara Mudah Menyemai Sirsak


DAFTAR ISI
  1. Mengenal Sirsak
  2. Pilihan varietas sirsak untuk ditanam
  3. Tempat yang Cocok Untuk Menanam Sirsak
  4. Bibit Untuk Menanam Sirsak
  5. Bibit Sirsak Berasal dari Penyemaian Biji
  6. Bibit Sirsak Berasal dari Sambung Pucuk
  7. Menanam dan Merawat Sirsak
  8. Sumber

Mengenal Sirsak

Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda[2] (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda. Zuurzak. yang berarti "kantung yang asam".

Sirsak memiliki nilai ekonomis pada buah. Sirsak masih menjadi komuditas sangat digemari. Selain rasanya yang unik, sirsak juga banyak mengandung nutrisi. Bagian daging buah sirsak yang dapat dikonsumsi terdiri atas 67%, kulit 20%, biji 8,5%, dan poros tengah buah/inti buah4,5% (Widyastuti,Yustina Erna, 1993). Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam buah sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 hingga 93,6 % dari kandungan gula total. Kandungan gula tersebut sebesar 68% dari seluruh bagian padat daging buah sirsak. Daging buah sirsak yang berwarna putih dan lunak memiliki banyak serat dan vitamin.


Buah sirsak mengandung lemak sangat sedikit (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat. Vitamin yang cukup dominan dalam buah sirsak adalah vitamin C. Vitamin C daging sirsak manis (sirsak ratu)lebih kurang 20 mg per 100 gram daging buah, sedangkan pada sirsak asam sebesar 81,7mg/100g bahan (Yudha, 2009). Kebutuhan vitamin C per orang per hari lebih kurang 60 mg, bisa dipenuhi dengan mengonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda). Selain kandungan-kandungan di atas, Masih banyak kandungan lain dari Sirsak seperti Mineral, Serat, dan sebagainya.


Secara Ekonomis, Sirsak juga memiliki banyak manfaat mulai dari akar hingga Buah. Akar dan kulit sirsak bias dimanfaatkan untuk pengobatan tradisonal masalah disentri dan cacingan. Kulit dan Akar sissak diketahui mengandung Tanin sehingga sangat cocok untuk mengatasi keluhan kesehatan tersebut. Manfaat lain juga terdapat di daun dan beberapa bagian lain pada sirsak. Oleh karena itu, Sirsak sampai saat ini memiiki nilai ekonomis yang lumayan tinggi.

Makanya, karena prospektif dan peluang pasar cukup bagus, yuk kita cari info dulu seputar budidaya sirsak agar kita dapat segera menanam sirsak di rumah atau di kebun.

Pilihan varietas sirsak untuk ditanam

Sebelum menanam sirsak, apakah sudah memilih varietas sirsak? Atau sudahkah mengenal jenis dari buah “durian belanda” ini? Setidaknya ada 5 varietas sirsak yang sudah umum dikenal, yaitu :
- Sirsak Lokal
- Sirsak Ratu
- Sarikaya
- Buah Nona (Annona montana)
- Biriba (Annona mucosa)

Buah yang berasal dari Amerika latin ini memiliki aroma yang harum dan rasa yang berbeda-beda. Ada sirsak yang rasanya asam manis dan ada juga sirsak yang rasanya lumayan manis dan legit. Sirsak yang rasa manis dan enak adalah sirsak varietas ratu.

Baik, agar Sobat tidak hilang fokus, kita langsung saja ke topik bagaimana cara menanam sirsak yang benar, mudah, dan cepat berbuah.

Tempat yang Cocok Untuk Menanam Sirsak

Supaya menanam sirsak jadi benar, ya mesti tau dimana tempat yang cocok untuk menanamnya alias syarat tumbuh sirsak. Kalau orang akademis bilang, kondisi ekologis sangat menentukan pertumbuhan tanaman sirsak.

Sirsak suka tumbuh dan berkembang dengan baik jika ditanam pada ketinggian tempat 0-700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bahkan, bisa juga tumbuh jika ditanam pada ketinggian 1000 mdpl. Tapi, percuma saja menanam sirsak pada ketinggian seperti itu karena pembungaannya sulit sekali.

Sirsak tidak menghendaki tumbuh pada suhu udara dingin-dingin. Sirsak lebih menyukai ditanam pada daerah yang berhawa panas seperti pada temperatur udara 250 – 300C. Sinar matahari yang cukup sangat menunjang pertumbuhannya.

Bagaimana dengan tanah untuk menanamnya? Untuk jenis tanah tidak menjadi soal bagi tanaman sirsak. Yang penting tanah tempat tumbuhnya ada bahan organik, relatif subur, dan pH-nya berkisar dari 4,5-8.

Kalau ketersediaan air, ya sirsak sudah pasti butuh air tanah yang cukup. Tetapi, pohon sirsak “tidak bisa berenang apalagi bernafas”  kalau air menggenanginya. Artinya, jika menanam pohon sirsak, harap dipastikan tersedia drainase agar tidak menggenangi lahan tanaman sirsak ketika hujan lebat.

Bibit Untuk Menanam Sirsak


Seperti sudah penulis katakan sekilas di atas tadi, bibit untuk menanam sirsak bisa berasal dari biji (benih) dan bisa juga dari bagian pohon yang diperbanyak secara vegetatif seperti sambung pucuk dan okulasi.

Namun, sebelum menuju bagaimana cara pembibitan sirsak baik secara generatif maupun vegetatif. Kita lihat dulu kelebihan dan kekurangan perbanyakan bibit sirsak melalui biji (generatif) dengan sambung pucuk (vegetatif).

Kelebihan perbanyakan bibit sirsak melalui biji
- Bisa diperoleh bibit dalam jumlah yang banyak
- Cepat dan relatif murah

Kekurangan perbanyakan bibit sirsak melalui biji
- Berbuah dalam waktu yang lama (+/- 5 tahun)
- Sifat-sifat induknya seperti ukuran, rasa, dan lainnya tidak diwariskan semuanya

Kelebihan perbanyakan bibit sirsak melalui sambung pucuk
- Sifat-sifat induk pohon sirsak diwariskan ke bibit yang baru
- Pohon sirsak akan cepat berbuah (+/- 2 tahun)


Kekurangan perbanyakan bibit sirsak melalui sambung pucuk
- Relatif mahal untuk pengadaan bibit sirsak
- Butuh entres dari indukan sirsak unggul dalam jumlah yang banyak

Nah, melihat kelebihan dan kekurangan itu, tampaknya perbanyakan bibit sirsak melalui vegetatif lebih menguntungkan. Sebab, waktu berbuah relatif cepat dan kualitas buahnya tak perlu diragukan karena persis sama seperti kualitas buah dari indukannya.

Bibit Sirsak Berasal dari Penyemaian Biji

Jika ingin menanam sirsak dengan menggunakan bibit yang berasal dari biji, maka biji harus disemai terlebih dahulu.  Namun, sebelum melangkah ke penyemaian, perhatikan dulu syarat-syarat biji yang baik. Misalnya, biji untuk bibit harus berasal dari varietas sirsak unggul, sehat, dan sudah berumur lebih dari 5 tahun. Sebaiknya, biji diambil dari buah sirsak yang sudah masak di batangnya.

Baik, Sobat mungkin ingin tau bagaimana memperbanyak bibit sirsak dari biji? Lihat cara pembibitan sirsak dengan cara penyemaian biji seperti berikut ini.

a. Cuci biji sirsak sampai bersih
b. Pilih biji yang berukuran sedang dan seragam
c. Jemur atau angin-anginkan terlebih dahulu agar kering selama 1-2 hari
d. Buat media semai berupa bedengan (ukuran lebar 1-2 meter dan tinggi 30 cm, panjang bedengan disesuaikan)
e. Tambahkan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1
f. Siram media semai sampai lembab
g. Tanam biji sirsak pada media semai dengan kedalaman +/- 2cm, tutup dengan tanah gembur di atasnya, atur jaraknya +/- 5 cm
h. Siram secara rutin untuk menjaga kelembaban media semai
i. Jika bibit sirsak sudah tumbuh 2 helai daun, segera pindahkan ke dalam polybag

Selain menyemai di bedengan, biji sirsak dapat juga disemai langsung dalam polybag yang berukuran 5 x 10 cm atau 20 x 30 cm. Isi media semai ke dalam polybag terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang.

Langkah-langkah semai biji dalam polybag secara umum sama dengan langkah semai biji sirsak pada bedengan. Hanya saja berbeda pada campuran media semai (lihat langkah 4 dan 5 di atas).

Cara Memindahkan Bibit dari Bedengan ke Polybag
a. Isi polybag dengan media tanam berupa campuran pupuk kandang dan tanah, perbandingannya 1:1
b. Cungkil secara pelan-pelan bibit sirsak agar tanah melekat pada akarnya
c. Tanam bibit sirsak dalam polybag
d. Jika bibit sirsak sudah tumbuh dengan tinggi minimal 60 cm, atau sudah berumur 10 - 12 bulan, bibit siap dipindahkan ke lahan tanam

Bibit Sirsak Berasal dari Sambung Pucuk

Jika mau sirsak cepat berbuah dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan, maka tanamlah sirsak dengan menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Bibit sirsak hasil sambung pucuk cukup banyak tersedia di nursery atau pada penyedia bibit. Sobat tinggal beli saja. Selain membeli, bibit sirsak sambung pucuk (vegetatif) juga dapat diperbanyak sendiri asalkan punya keahlian, ada batang induk untuk mengambil entresnya, dan ada batang bawah.

Penyiapan lahan tanam sirsak

Lahan untuk menanam sirsak harus sudah siap ketika bibit ingin dipindahkan ke lahan tanam. Lahan harus sudah dibersihkan dari semak belukar agar memudahkan dalam membuat lubang tanam dan drainase.

Lubang tanam sirsak dibuat dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Sedangkan jarak tanam diatur dengan jarak 6 m antar barisan dan 5 m dalam barisan. Berikan pupuk dasar sebelum menanam bibit sirsak. Dosis dan cara aplikasi pupuk dasar dapat dibaca pada artikel Pupuk dan Cara Pemupukan Pohon Sirsak agar Cepat Berbuah

Menanam dan Merawat Sirsak

Ketika bibit sirsak sudah besar atau sudah berumur 10-12 bulan (bibit asal biji) atau sudah berumur 4 bulan setelah sambung pucuk (bibit asal vegetatif), maka bibit sirsak sudah dapat ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

Cara menanam bibit sirsak mudah saja seperti berikut ini.
a. Siram lubang tanam sampai lembab jika menanam musim kemarau (sebaiknya menanam pada awal musim hujan)
b. Siramkan juga bibit sirsak yang masih berada dalam polybag
c. Lepaskan polybag secara perlahan-lahan agar tidak merusak media tumbuhnya
d. Tanam bibit sirsak tepat di tengah-tengah lubang tanam
e. Tutup/timbun lubang tanam dengan tanah sampai rata
f. Pasang ajir atau penyangga agar bibit sirsak tidak mudah goyah atau roboh

Perawatan tanaman sirsak

Agar pohon sirsak tumbuh subur dan lekas berkembang, maka perlu perawatan. Perawatan tanaman sirsak sudah harus dimulai sejak awal penanaman seperti penyulaman dan penyiraman.

Penyulaman dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman sirsak seragam dan tidak ada bibit sirsak yang mati atau tidak ada lubang tanam yang kosong.

Demikian juga dengan penyiraman, bibit pohon sirsak yang baru saja ditanam harus mendapat cukup air. Karenanya, jika kemarau atau tidak ada hujan, tanaman sirsak perlu disiram.

Namun, penyiraman tidak mesti setiap hari, 2 hari sekali disiram sudah cukup untuk menjaga kelembaban media tumbuh dan pertumbuhan sirsak.

Perawatan lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah pemupukan. Pohon sirsak yang sudah ditanam perlu dilakukan pemupukan susulan. Jenis pupuk, dosis, waktu, dan cara pemupukan susulan pohon sirsak dapat dibaca pada artikel Pupuk dan Cara Pemupukan Pohon Sirsak.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman sirsak, maka perlu juga dilakukan pemangkasan cabang-cabang yang tidak produktif dan cabang yang saling tumpang-tindih sehingga tidak menghalangi sinar matahari.

Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Sirsak
https://tirto.id/manfaat-sirsak-dari-buah-hingga-akar-untuk-kesehatan-el2V
https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/13/150312020/beragam-manfaat-buah-sirsak-untuk-kesehatan?page=all
https://www.liputan6.com/properti/read/2654621/langkah-mudah-menanam-pohon-sirsak-di-rumah
https://pupuklahan.blogspot.com/2019/07/cara-menanam-sirsak.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar