Kamis, 23 September 2021

Mengenal Jenis dan Budidaya Bambu

Bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Penggunaan bambu terus berkembang seiring banyaknya kebutuhan manusia pada tanaman beruas ini.


Di sejumlah daerah bambu dimanfaatkan untuk  tidak sekedar untuk kebutuh peralatan rumah tangga. Akan tetapi bambu sudah menjadi bahan untuk beberapa macam produksi. 


Mengingat pentingnya bambu dalam keberlangsungan hidup sangat penting untuk bersinergi menjaga dan melestarikan bambu. Budidaya bambu bisa menjadi Langkah tepat untuk melindungi dan menjaga agar tanaman ini tetap lestari dan memenuhi kebutuhan manusia.


jenis dan Budidaya bambu

Bambu sendiri merupakan adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang terdapat rongga dan ruas pada batangnya. Secara ilmiah tanaman ini memiliki banuak jenis yang tersebar hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, sebutan lain untuk bambu adalah bulur, aur, awi, buluh, eru dan aur.


Bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Sistem perakaran rhizoma-dependen yang unik membuatnya dapat tumbuh sepanjang 60 cm bahkan hingga 100 cm dalam 24 jam tergantung jenis tanah dan iklim habitatnya.


Morfologi Bambu

Kita dapat mengenali bambu dengan sangat mudah, bentuk batangnya yang bulat dan tumbuh tinggi keatas merupakan salah satu ciri utamanya. Struktur bambu memiliki bentuk-bentuk yang unik, seperti batang, daun, akar, serta pertumbuhan tunas atau rebung dalam sistem perkembangbiakannya.


Batang bambu berbentuk silinder yang beruas-ruas dengan ronga di dalamnya. Batangnya tumbuh dari akar-akar rimpang ketika tanaman mulai menuai. Batang bambu bersifat lentur, serta terdiri dari serat-serat yang kuat.


Batang bambu ditumbuhi oleh daun-daun yang muncul pada ruas-ruas batang. Daun ini disebut pelepah dan akan mengering dan gugur ketika bambu mulai menua. Pada bagian pelepah bambu terdapat subang, yaitu perpanjangan dari batang yang bentuknya seperti segitiga.


Secara umum, bambu tumbuh sekitar 0,3 meter hingga 30 meter dengan diameter batang sekitar 0,25 sampai 25 cm. Ketebalan dinding bambu berukuran sekitar 2,5 cm.


Bambu memiliki daun yang lengkap, yaitu terdiri daru pelepah daun, helaian daun, serta tangkai daun. Daunnya adalah jenis pertulangan sejajar, yakni ada satu tulang daun berukuran besar yang berada di tengah dan tulang daun kecil disekitarnya yang tersusun secara sejajar.


Ujung daun bambu berbentuk runcing, rata pada bagian tepi, berbentuk lanset, serta teksturnya mirip kertas. Permukaan daun bambu bagian atas berwarna hijau terang dan bagian bawahnya berwarna hijau lebih gelap dengan bulu-bulu kasar.


Sistem perakaran pada setiap bambu dapat berbeda-beda. Percabangan akar bambu merupakan akar rimpang yang berbentuk lebar pada bagian ujung dibanding pada bagian pangkal. Akar bambu berbentuk meruncing ke arah pangkal dan pada tiap ruas terdapat akar dan kuncup.


Jenis-Jenis Bambu

Bambu memiliki beberapa jenis berdasarkan struktur dan bentuknya. Berikut beberapa jenis bambu.


1. Arundinaria japonica

Arundinaria japonica atau bambu jepang memliki ciri batangnya yang berwarna kuning-cokelat dan memiliki daun seperti palm. Tanaman ini merupakan jenis bambu yang tumbuh dengan baik di daerah dingin dan tempat-tempat teduh serta di bawah sinar matahari penuh.


2. Bambusa arundinacea wild (Pring ori)

Bambu jenis memiliki ciri batangnya yang tidak lurus. Warna batangnya hijau terang dan akan berubah kecokelatan saat terjadi kekeringan. Tunas mudanya memiliki warna ungu pekat. Di seluruh batangnya terdapat senjata berupa gagah dan duri yang melengkung. Biasanya kalau dipegang, tangan kita akan mengakibatkan gatal.


3. Bambusa atra lindl

Batang bambu ini berwarna hujau gelap ketika masih muda dan berubah menjadi hijau kekuningan saat matang. Panjang setiap ruas berkisar 60-80 cm dengan diameter 2-5 cm.


4.Bambusa blumeana

Disebut juga dengan bambu duri karena pada ranting dan batangnya tumbuh duri. Di Jawa bambu ini dikenal dengan pring gesing dan haur cucuk untuk orang Sunda.


Bambu duri memiliki penampilan luar berwarna hijau dimana panjang ruas berkisar 25-35 cm dan diameter 8-15 cm. Bentuk daunnya seperti tombak dengan panjang rata-rata 10-20 cm dan lebar 12-25 mm. Bambu jenis ini tumbuh di daerah tropis lembab dan kering seperti di tepi sungai, lereng bukit dan di sepanjang sungai air tawar.


5. Bambusa glaucescens

Bambusa glaucescens (Wild) atau Bambusa multiplex adalah jenis bambu yang berasal dari China (Provinsi Guangdong, Guangxi, Hainan, Hunan, Jiangxi, Sichuan, Yunann) , Nepal, Bhutan, Assam, Sri Lanka, Taiwan dan Indochina utara.


Jenis ini juga telah dinaturalisasi di beberapa negara seperti India, Hindia Barat, Florida, Georgia, Alabama, Irak, Madagaskar dan Mauritius.


6. Bambusa maculata

Bambusa maculata atau bambu tutul bisa tumbuh hingga ketinggian 15 m dengan diameter batang 4-8 cm. Bambu jenis ini biasanya dipakai untuk membuat kerajinan dan perabotan rumah tangga. Habitatnya berada di lahan kering dan tandus.


7. Bambusa polymorpha

Ciri fisik bambu ini bisa dilihat dari warna batangnya yang hijau, ditutupi dengan rambut cokelat keputihan dana akan berubah menjadi hujau kecokelatan saat terjadi kekeringan.


Bambu ini mempunyai cabang yang dimulai dari pertengahan batang ke atas. Batangnya terbungkus dengan selubung berwarna hijau muda dan menjadi cokelat ketika sudah dewasa.


8. Bambusa tulda

Bambusa tulda atau bambu kayu India merupakan jenis bambu yang ditemukan di India, Indochina, Tibet, dan Yunnan. Di India, bambu ini dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kertas.


Pohon ini dapat tumbuh sampai ketinggian 15 m dan diameter 8 cm. Saat muda, warna batang pohonnya berwarna hijau dan ketika sudah dewasa berubah menjadi abu-abu. Percabangan bambu ini dimulai dari dasar hingga ke atas.


9. Bambusa tuldoides (Haur hejo)

Bambusa tuldoides merupakan spesies bambu dari subfamili Bambusoideae. Jenis ini adalah spesies asli dari Guangdong, China.


Dalam beberapa kondisi, bambu ini mampu tumbuh hingga 18 m tergantung dari tempat dan faktor lain (kekeringan). Di beberapa negara, jenis ini dibudidayakan sebagai tanaman bonsai.


10. Bambusa vulgaris (Pring ampel)

Dari beberapa jenis bambu di atas, saya rasa Pring ampel adalah jenis bambu yang paling mudah dikenali. Bambu ini memiliki ciri warna batangnya kuning lemon dengan garis-garis hijau dan daunnya berwarna hijau gelap.


Bambusa vulgaris merupakan spesies asli Indochina dan provinsi Yunnan di China. Namun kini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia


11. Dendrocalamus asper (Bambu betung)

Juga dikenal sebagai bambu kasar atau bambu raksaksa. Habitat bambu ini berada di daerah tropis dan subtropis tepatnya di Asia Tenggara. Bambu ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan dan tunasnya dikonsumsi sebagai sayuran.


Warna batang bambu ini hijau agak keabu-abuan dan menjadi cokelat kusam ketika kering. Batangnya lurus dengan panjang tipa ruas sekitar 25-60 cm dan diameter batangnya 3,5-15 cm.


12. Dendrocalamus giganteus (Bambu sembilang)

Bambu ini juga dikenal dengan sebutan bambu naga dan merupakan salah satu jenis bambu terbesar di dunia. Bambu sembilang tumbuh di daerah tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara.


Pohon bambu ini mempunyai batang yang tinggi dan besar, ketinggiannya mencapai 30-40 m. Habitatnya banyak ditemukan di Bangladesh, India, Sri lanka dan negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Myanmar dan Thailand.


Ciri-ciri dari bambu ini yaitu mempunyai batang berwarna hijau agak keabu-abuan. Tunasnya berwarna ungu kehitaman. Panjang setiap ruas sekitar 25-40 cm dan diameter 10-35 cm.


Kuncup pada bagian akar akan berkembang dan tumbuh menjadi rebung, kemudian tumbuh menjadi buluh baru. Rebung adalah tunas bambu yang muncul dari dasar rumpun atau berasal dari kuncup akar rimpang bambu yang telah tua.


13.Dinochloa scandens (Bambu cangkoreh)

Batang bambu cankoreh berwarna hitam dengan daun berbentuk bulat telur. Tingginya bisa mencapai 9,1 m dengan lingkar batangnya 13 mm.


Budidaya Pohon Bambu

Cara budidaya bambu sebenarnya tidaklah terlampau sulit, meskipun demikian diperlukan pengetahuan yang lengkap tentang teknik budidaya yang baik agar tanamannya tumbuh baik dan menghasilkan rumpun yang hidup berkesinambungan. Diperlukan persiapan yang matang terkait budidaya pohon bambu, mulai dari pembibitan, perawatan, sampai tanaman siap panen.


Penyiapan Bibit Bambu

Langkah pertama dari rangkaian cara tanam bambu ialah menyiapkan bibit yang bisa dilakukan dengan cara stek batang, rhizome atau cabang. Beda jenis bambu bisa jadi beda cara mempersiapkan bibitnya. Misalnya untuk bambu petung pembibitan bisa dilakukan dengan ketiga jenis stek. Untuk bambu apus, stek cabang dan rhizom saja yang disarankan, sedangkan bambu kuning bisa menggunakan teknik pembibitan stek rhizom. Jika tidak ingin ribet mempersiapkan bibit sendiri, kalian bisa membelinya, akan tetapi kalian harus paham betul jenis bambunya, serta mampu membedakan bibit yang baik dan tidak.


Mempersiapkan Media Tanam

Lubang tanam bisa dibuat dengan ukuran yang berbeda-beda, tergantung ketersediaan lahan dan bibit yang akan dikembangbiakkan. Sebelum penanaman dilakukan media tanam diisi dengan pupuk ditambah dengan dedaunan dan tanah hasil galian, kemudian dikomposkan kurang lebih 2 bulan.


Kalian bisa menanam bambu di mana saja, bambu tumbuh baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Bahkan untuk jenis bambu air, bisa tumbuh di area grey water. Begitu pula dengan cara menanam jenis bambu Jepang, akan berbeda pula karena tanaman bambu ini tergolong tanaman indoor yang bisa ditanam di tanah terbuka maupun pot.


Penanaman

Waktu yang paling disarankan untuk menanam bambu ialah pada musim hujan, sekitar bulan Desember hingga Januari atau paling lambat Februari, bibit bambu sudah harus ditanam di lubang yang telah dikomposkan.


Perawatan

Setelah ditanam, pohon bambu membutuhkan pemeliharaan atau perawatan yang tepat agar bisa tumbuh dengan baik. Kegiatan pemeliharaan tanaman bambu meliputi penyiangan dan pembersihan tanaman dan lingkungan sekitar area tanam, penyemprotan herbisida atau pestisida untuk mengatasi gulma dan hama, pemupukan, pemangkasan untuk merapikan rumpun yang sudah mulai tumbuh tinggi dan penjarangan, upaya perawatan bisa bervariasi tergantung pada usia tanaman.


Tips Budidaya Bambu

Bambu memang menarik untuk ditanam di lingkungan rumah. Selain bisa mempercantik, bambu pun bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Meskipun demikian, penting bagi calon pembudidaya bambu untuk mengetahui bambu apa yang tepat untuk ditanam di lahan yang tersedia.


Bambu seringkali menimbulkan masalah seperti rumpun lebatnya yang menutup pandangan atau mengganggu tanaman lain. Jika kalian memang ingin membuat sebuah kebun khusus berisikan tanaman bambu, maka tidaklah menjadi masalah. Sedangkan jika halaman rumah ialah pilihan tempat tanam, akan lebih baik untuk menanam bambu yang pertumbuhannya mengumpul, bukan menyebar.


Selain menentukan jenis bambu yang akan ditanam, penting pula untuk mengetahui seluk beluk perawatan tanaman multifungsi ini, karena perawatan pohon bambu akan berbeda-beda bergantung pada kondisi dan usia tumbuhnya.


Sumber: 

https://rimbakita.com/bambu/

http://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bambu/

https://foresteract.com/bambu/

https://bagi-in.com/jenis-jenis-bambu/

https://www.medcofoundation.org/bambu-adalah-tanaman-masa-depan/

https://forestsnews.cifor.org/62885/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat?fnl=

https://tanipedia.co.id/cara-budidaya-bambu-prospek-yang-menguntungkan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar