Rabu, 05 Mei 2021

Kebun Bibit Desa

Mei 05, 2021 0 Comments

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan hasil bumi, terlebih hutan yang menghampar luas. Namun disadari atau tidak, masih ada lahan dan area yang tidak produktif bahkan boleh dibilang menjadi lahan kritis.

 

nur fadhilah syahrawi iink

Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulanginya yaitu dengan menggalakkan Kebun Bibit Desa atau KBD. KBD dianggap sebagai salah satu solusi untuk rehabilitasi hutan dan lahan. Dengan memanfaatkan campur tangan masyarakat atau memberdayakan masyarakat, KBD diharapkan mampu memberikan dampak yang begitu signifikan. Tidak sekedar merubah menjadi lahan produktif lagi, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai Kebun Bibit Desa, dan Tata Cara Pelaksanaannya, berikut akan kami sajikan informasi lengkap mengenai Kebun Bibir Desa.

 

Pengertian KBD

Kebun Biit Desa (KBD) adalah: Tempat/area lahan beserta perlengkapan pembibitannya. Dibangun dan dikelola atas inisiatif atau partisipasi aktif masyarakat setempat, untuk memproduksi bibit kebutuhan mereka sendiri, atau wilayah di sekitarnya sehingga diperoleh kesinambungan budidaya komoditas yang diusahakan, serta diperoleh keuntungan ekonomi dalam pengelolaannya.

 

Tujuan pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD) adalah ;

1) Memproduksi bibit tepat jenis, tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu,

2) Memperoleh keuntungan ekonomi dan berkembang menjadi usaha komersial.

 

Kebun Bibit Desa (KBD) dibangun dengan prinsip, sebagai berikut:

Secara sosial

Dibangun dari, oleh dan untuk kepentingan masyarakat dalam kawasan tertentu, sesuai dengan kesepakatan mereka sendiri - Dikelola secara terorganisir oleh masyarakat sendiri dalam semangat kekeluargaan dan mengedepankan musyawarah mufakat.

 

Secara teknis 

Menerapkan teknologi terbaru yang efektif dan efi sien dengan bimbingan petugas, serta memaksimalkan pemanfaatan bahan baku lokal - Memperhatikan kelestarian lingkungan dengan semaksimal mungkin menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan

 

Secara ekonomi 

Pengelola KBD harus berorientasi kepada keuntungan ekonomi (efi sien). Hal tersebut untuk menjamin keberlanjutan dan perkembangan KBD dan keuntu ngan ekonomi itu sendiri.

 

Peraturan Tentang Kebun Bibit Desa

Kebun Bibit Desa yang disingkat menjadi KBD memiliki aturan dan dasar hukum yang mengatur keberadaannya. Adapun peraturan terbaru yang membahas Kebun Bibit Desa adalah Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung Nomor SK.14/PDASHL/SET/DAS.2/4/2020 Tentang Kebun Bibit Desa.

 

Untuk lengkapnya bisa disimak di bawah ini:

 

Tata Cara pelaksanaan KBD

1. Mekanisme

a) Membuat kesepakatan sistem produksi dan distribusi benih dan bibit dengan warga komunitas/kelompok KRPL.

b) Membuat perencanaan kebutuhan benih dan bibit dalam kawasan dengan jangka waktu satu tahun, menggunakan Kalender Tanam Komoditas KRPL/Kalender Tanam Optimalisasi Pekarangan (KaTOP).

c) Membuat perencanaan kebutuhan sarana produksi dan prasarana untuk memproduksi kebutuhan benih dan bibit yang diperlukan oleh warga komunitas/kelompok KRPL.

d) Melaksanakan pengelolaan produksi sesuai dengan macam benih dan bibit yang diproduksi.

e) Melakukan koordinasi dengan pengelolaan KRPL secara berkala.

f) Membuat laporan pembukuan dan perkembangan produksi dan distribusi benih dan bibit.

g) Membangun kemitraan pelaku bisnis benih dan bibit.

 

2. Hirarki

Sesuai dengan maksudnya, maka tujuan pembangunan KBD yang dinyatakan sebagai berikut:

Tabel 1. Hirarki tujuan dan cara mencapai tujuan pengembangan KBD.


 

3. Distribusi

a) Distribusi beni dan bibit kepada anggota komunitas/kelompok m-KRPL dilakukan oleh petugas KBD. Cara distribusi kepada anggota dilakukan sesuai dengan kesepatan yang tertera dalam Rencana Kebutuhan Riil Bibit dan Benih (RKRB).

b) Distribusi bibit memprioritaskan pemenuhan RKRB yang diajukan anggota.

c) Distribusi bibit ke luar kawasan yang dilakukan apabila kebutuhan RKRB sudah terpenuhi.

d) Distribusi bibit disesuaikan pada saat dibutuhkan dan sesuai dengan prilaku biologis tanaman.

e) Menambahkan maksimal 5% dari kebutuhan, untuk antisipasi bibit rusak/mati saat proses penyemaian atau tanam.

f) Batas toleransi bibit berada di KBD 1-3 minggu, tergantung jenis sejak semai benih.

g) Apabila ada persedian bibit lebih dari 3 minggu setelah semai segera diambil tindakan dengan cara:

- Ditawarkan kepada anggota yang masih membutuhkan.

- Ditanam di lingkungan KBD.

- Dijual kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

4. Tata Kelola KBD dengan Pengguna

a) Membangun Kelembagaan

KBD dibangun dan dikelola atas inisiatif atau partisipasi aktif komunitas RPL setempat, maka KBD diorganisir dan diputuskan oleh komunitas yang bersangkutan.

 

b) Strutur Kelembagaan

- Manajer KBD bertugas:

(a) Penanggung Jawab seluruh kegiatan KBD,

(b) Jika KBD pemula maka dapat merangkap sebagai sekretaris yang mencatat segala pembukuan teknis KBD, dan

(c) Bertanggung jawab kepada anggota.

- Sekretaris KBD

bertugas dan melaporkan segala aktivitas perkembangan produksi, distribusi, stok, pesanan dan  promosi benih dan bibit, bertanggung jawab kepada manajer.

- Bendahara

bertugas dalam laporan perkembangan neraca keuangan KBD, bertanggung jawab kepada manajer.

- Pembina Teknis (Bintek)

 yang dimaksud Bintek adalah para petugas lapangan dari instansi terkait.

 

 c) Pelaksanaan Koordinasi

- Koordinasi harian pengurus dengan anggota, koordinasi dimaksud untuk pencatatan kebutuhan bibit anggota, baik jenis, waktu, mutu dan jumlahnya yang dituangkan dalam RKRB

- Koordinasi Pengurus,

agendanya adalah:

(a) Membahas kinerja KBD secara keseluruhan, baik masalah teknis maupun keuangan,

(b) Jika diperlukan dapat mengundang Bintek.

- Koordinasi pengurus sekurang-kurangnya dilakukan 2 kali dalam setahun (tengah tahun dan akhir tahun). Untuk koordinasi di akhir tahun dianjurkan untuk mengundang anggota. Hasil koordinasi dituangkan dalam sebuah catatan khusus/notulen

 

d) Pergantian Pengurus

a) Dilakukan setiap 3 tahun sekali atau sesuai dengan kesepakatan.

b) Apabila terjadi keadaan khusus (pengurus meninggal dunia atau hal lain yang mengandung resiko tidak berjalannya pengelolaan KBD) atas usulan anggota atau pengurus.

 

e) Penyusunan Rencana Kerja Berdasarkan Kalender Tanaman Optimalisasi Pekarangan (KaTOP)

§ Kalender tanam disusun berdasarkan RKRB anggota. Bibit yang diproduksi KBD akan memenuhi 5 tepat yaitu tepat waktu, jenis, mutu, jumlah dan pengguna/komunitas.

§ Setelah KBD menerima RKRB dari anggota, disusunlah kalender tanam

 

Itulah Mengenai Kebun Bibir Desa yang bisa kami sampaikan. Untuk lengkapnya bisa di unduh juklak, peraturan, pada sumber di bawah ini.

http://bengkulu.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/2014/buku/juklak%20kbd.pdf

https://www.persemaianpermanen.com/files/peraturan/SK.14_PDASHL_SET_DAS.2_4_2020%20KBD-ezk.pdf

https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/Kebun_Bibit_Desa.pdf

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90258/KEBUN-BIBIT-DESA/

 

 

Jumat, 09 April 2021

Cara Menanam "Air Mata Pengantin" dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pakan Lebah

April 09, 2021 0 Comments

Bunga Air Mata Pengantin tidak hanya dikenal sebagai bunga yang memiliki bentuk yang indah memukau. Akan tetapi bunga air mata pengantin ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satu diantaranya adalah sebagai makan lebah.


Selain sarat akan manfaat, bunga ini juga termasuk tanaman hias yang elok dipandang. Tak ayal bunga asal meksiko ini banyak digemari.

google mages

Walaupun bunga ini termasuk bunga yang berasal dari manca negara namun untuk iklim di Indonesia masih bisa ditanami bunga ini. Tentunya ada beberapa hal penting harus diketahui saat menanam bunga ini. Berikut Langkah-langkah penting dalam menanam bunga Air Mata pengantin.


Langkah Menanam Bunga Air Mata Pengantin

Terdapat langkah-langkah yang harus kamu perhatikan untuk menanam bunga ini agar hasilnya maksimal, berikut diantaranya:


Memilih Benih

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis bunga air mata pengantin yang bisa kamu pilih, seperti Antigonon Leptopus Hook and Arn, love chain, dan Antigonon guatimalense Meisn. Kamu bisa memilih benih bunga yang menarik dan indah untuk ditanam.


Mempersiapkan Lahan Tanaman

Lahan yang digunakan untuk penanaman bunga air mata pengantin harus memiliki beberapa sifat, diantaranya:

- Tanah memiliki pH sekitar 6,5 – 7,5

- Tanah mengandung unsur nutrisi yang cukup agar tanaman bisa tumbuh dengan baik

- Lokasi lahan harus berdekatan dengan sumber air, sehingga tidak mudah kekeringan

- Tanah harus bersifat gembur


Untuk melakukan penggemburan tanah, kamu harus mengubah struktur tanah untuk mendapatkan kandungan unsur hara yang cukup, dengan cara mencangkul untuk menggemburkannya. Hal tersebut untuk memudahkan tanaman dalam mencari nutrisi.


Pemupukan Dasar Tanaman

Pemupukan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menambah unsur hara pada tanah, dan memperbaiki struktur dalam tanah.


Kamu bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan. Untuk menggemburkan tanah kamu bisa pupuk kompos sebagai dasar pemupukan yang dilakukan.


Hal tersebut dikarenakan pupuk kompos lebih banyak mengandung unsur nitrogen dan unsur hara lainnya yang sangat cocok untuk tanah dan tanaman.


Berikut ini merupakan cara untuk melakukan pemupukan dasar:

- Buatlah lubang tanam pada tanah sedalam 50 cm

- Isi lubang tersebut dengan pupuk dasar yang telah dibuat hingga setengah penuh terisi

- Tutup kembali lubang pada tanah tersebut

- Siram dengan air agar komposnya lebih mudah terurai

- Kamu juga bisa membuat lubang biopori ketika terdapat sisa lahan di sela-sela tanaman, sehingga tanah selalu mempunyai cadangan air dan nutrisi yang cukup untuk tanaman.


Berikut ini adalah cara yang bisa kamu ikuti:

- Buatlah lubang tanam pada tanah sedalam 100 cm dengan ukuran diameter sekitar 30 cm.

- Masukkan sampah organik hingga penuh ke dalam lubang tersebut. Kamu bisa memasukkan sampah organik secara bertahap, yakni dengan menggunakan sampah dapur terlebih dahulu atau daun yang jatuh di sekitar pekarangan rumah. Jangan lupa untuk membuat parit di sekitar lahan tanam sebagai tempat penampungan air hujan.

Sampah organik tersebut akan terurai menjadi kompos yang bermanfaat untuk menjaga nutrisi pada tanaman.


Selain itu, struktur tanah akan menjadi lebih baik dan mampu untuk menyerap serta menyimpan cadangan air dalam tanah. Kamu juga bisa mengambil sedikit kompos tersebut untuk tanaman lain.


Proses Penanaman

Setelah menyiapkan lahan yang sesuai, maka kamu bisa langsung menanam bunga air mata pengantin dengan langkah yang benar. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:


- Buatlah lubang pada tanah di lahan yang sudah disiapkan untuk menanam bunga air mata pengantin.

- Buatlah lapisan pada dasar lubang menggunakan pasir untuk menambah porositas.

- Berilah pupuk tambahan untuk merangsang pertumbuhan pada bunga, selain memberikan pupuk dasar yang telah dibuat.


Untuk melakukan penanaman bunga air mata pengantin, kamu bisa menggunakan dua metode yaitu metode stek dan menggunakan biji. Adapun beberapa langkah untuk melakukan penanaman dengan metode stek yaitu:

- Potong batang dekat dengan pangkal daun bagian atas yang sudah tua secara melintang.

- Untuk mengurangi penguapan, kamu bisa mengurangi beberapa jumlah daun dengan cara memetiknya

- Batang bunga yang sudah disiapkan segera di tancap ke dalam tanah.

- Jangan disimpan di tempat yang terkena paparan sinar matahari secara langsung selama 3 Minggu.

- Lakukan penyiraman bakal bunga dengan teratur, yaitu 2 kali sehari.

- Ketika tanaman bunga sudah kuat untuk menerima sinar matahari, kamu bisa menyimpannya di ruang terbuka jangan lupa untuk memastikan tanah agar tetap lembab.


Namun jika kamu ingin melakukan penanaman dengan koala, maka kamu sudah merendamnya terlebih dahulu di air bersih selama 6 Jam. Simpanlah tanaman di tempat yang teduh yang minim cahaya matahari.


Perawatan Masa Berbunga

Agar penanaman bunga berkembang dengan maksimal, maka kamu harus melakukan perawatan dengan baik. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara teratur, memangkas tanaman agar tidak terjadi pertumbuhan gulma dengan cepat.


Kamu harus melakukan penyiangan lahan secara teratur dan berkala agar pertumbuhan gulma sulit untuk berkembang. Kamu bisa melakukan penyiangan lahan sebanyak 1 kali dalam sebulan.


Senin, 05 April 2021

Pemeliharaan Tanaman Akasia dan Manfaatnya

April 05, 2021 0 Comments

Akasia merupakan nama pohon yang sering ita dengar. Bahkan pohon Akasia banyak ditemui di sejumlah daerah di Indonesia. Kira-kira apa saja manfaat akasia? Mengapa pohon ini sangat penting untuk dilestarikan? Bagaimana cara melestarikannya? 


Acacia mangium, yang juga dikenal dengan nama akasia adalah salah satu spesies pohon yang cepat tumbuh yang paling banyak digunakan dalam program ilmu kehutanan dan perkebunan di seluruh Asia dan Pasifik. Pertumbuhannya cepat, kualitas kayunya baik dan kemampuan toleransinya terhadap berbagai jenis tanah dan lingkungan (National Research Council, 1983).


Akasia memiliki nama lokal di Indonesia antara lain mangga hutan, tongke hutan (seram), nak (Maluku), laj (Aru), dan jerri (Irian Jaya). Sedangkan nama lokal di negara lain antara lain black wattle, brown salwood, hickory wattle, mangium, kayu SAFODA (Malaysia); arr (Papua Nugini); maber (Filipina); zamorano (Spanyol); dan kra thin tepa, krathin-thepa (Thailand) (Turnbull, 1986).


Taksonomi Akasia (Acacia mangium)

Menurut Hadiyanto (2001), taksonomi dari akasia adalah sebagai berikut :

Kingdom Plantae

Divisio Spermatophyta

Subdevisio Angiospermae

Class Dicotylodenae

Ordo Rosales

Familia Fabaceae

Subfamilia Mimosoideae

Genus Acacia

Spesies Acacia mangium


Manfaat dan Kegunaan Akasia

Akasia banyak memiliki manfaat. Bagian-bagian dari pohon akasia dapat diolah diambil manfaatnya untuk berbagai keperluan, antara lain:


- Parfum 

Pohon akasia dapat digunakan untuk bahan baku ornamen minyak wangi. Aroma khas yang dihasilkan dari pohon semak berduri ini sangat khas dan banyak digemari.


- Tanaman Hias

Salah satu spesies akasia, yakni :

   1. Acacia dealbata, 

   2. Acacia retinodes, 

   3. Acacia xanthophloea, dan 

   4. Acacia baileyana 


- Astrigen 

Kandungan tanin dari akasia dapat digunakan untuk produk-produk kecantikan.


- Mengatasi Ejakulasi Dini , Diabetes dan Hipertensi 

Air rebusan daun akasia dapat membantu menormalkan kadar gula dalam darah.


-  Menjaga Struktur Tanah 

Dengan bentuk dan karakteristik pohon khususnya akarnya, Akasia dikenal mampu menjaga struktur tanah.


-  Peneduh Jalan

Bukan rahasia lagi, pohon ini termasuk dalam deretan phon peneduh jalan. Jenis tanaman berdaun lebat mampu memberikan kerindangan sisi jalan tanpa merusak struktur jalan tersebut.


-  Perabot Rumah Tangga dan Kosntruksi Bangunan 

Kayu akasia juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan perabot rumah tangga, seperti almari, meja dan kursi. Selain itu, kayu akasia juga bermanfaat unutk struktur rumah.


Menanam Bibit Akasia

Penanaman bibit akasia sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar tidak memerlukan penyiraman. Bibit akasia yang memiliki tinggi batang sekitar 50 cm dapat dipindahkan ke lubang tanam yang disediakan.


Buatlah lubang tanam dengan menggunakan cangkul dan letakkan tanah galian di sebelah lubang. Buka polybag bibit akasia secara perlahan kemudian masukkan ke dalam lubang tanam. Selanjutnya, tutup kembali lubang tanam dengan tanah galian.


Pemeliharaan Akasia

Perawatan kebun akasia dapat dilakukan dengan cukup mudah karena tanaman ini tidak memerlukan perhatian khusus dalam pembudidayaan. Ada 3 hal penting yang dilakukan dalam pemeliharaan Akasia yaitu pemupukan, Pengendalian hama, dan Pemangkasan.


1. Pemupukan 

Pupuk kandang dapat diberikan ketika akasia masuk umur 6 bulan setelah tanam. 


2. Pengendalian Hama 

Seperti pahon pada umumnya, Akasia juga tidak dapat dihindarkan oleh hama. Apabila tanaman akasia terserang hama, penyemprotan insektisida dapat dilakukan sesuai hama yang menyerang. Namun sebelum memberikan tretmen pada pohon, sebaiknya kenali dulu jenas hama yang serng menyerang Akasia. 


Macam-macam Hama dan Cara Pengatasinya

a. Ochtebius dilatus 

menimbulkan gejala keluarnya getah dari batang, diikuti kulit kayu yang mengering dan mengelupas. Serangan pada pokok batang akan menyebabkan batang mati. 


Cara menangani pohon akasia yang terserang hama ini adalah dengan memusnahkan sarang, memberikan herbisida, dan melakukan pemotongan pada cabang yang terserang.


b. Xylodepra sp 

menyebabkan munculnya lubang gerek pada bagian dalam ranting akasia. Jika tidak segera diatasi, lubang gerek akan semakin besar karena aktivitas larva yang memakan batang kayu. 


Untuk mengatasinya, tutup permukaan perakaran tanah setebal 2 cm, lakukan sterilisasi kumbang jantan dan lakukan sanitasi kebun dengan menebang dan membakar tanaman akasia yang telah mati agar hama tidak menyebar.


c. Captotermes curvignatus 

sejenis rayap yang menyebabkan batang pohon rusak dan hancur. Rayap akan memakan batang yang mengandung selulosa sehingga batang akasia menjadi lapuk. 


Cara mengatasinya adalah dengan mendatangkan musuh alami rayap, yakni semut gramang atau rangrang. Kehadiran semut ini akan menurunkan populasi rayap dan telur-telur rayap akan dimakan.


d. Xystrocera festiva 

hama kumbang penggerek batang. Serangga ini aktif di malam hari dan menyerah tanaman berkayu, seperti akasia. Gejala tanaman yangterserang adalah ujung ranting mengering, keluar getah, batang berlubang dan terdapat bekas gesekan serta spot kehitaman. 


Penanggulangan hama ini dilakukan dengan memotong ranting atau batang yang terinfeksi dan mengurangi asupan nitrogen pada tanaman, serta menambah unsur K dan P yang lebih tinggi. (Trubus, 2014)


3. Pemangkasan

Pemangkasan cabang diperlukan agar kualitas kayu akasia terjaga dan tidak terlalu banyak memiliki mata kayu. 


Pemangkasan cabang sebaiknya dilakukan saat tanaman akasia masih muda agar mata kayu tidak semakin jelas terlihat dan menyulitkan ketika hendak digunakan


Bagian kayu teras dari pohon akasia berwarna cokelat muda hingga cokelat tua, sedangkan kayu gubal berwarna kream keputihan.


Sebelum menggunakan kayu akasia untuk berbagai keperluan, diperlukan proses pengeringan selama satu hingga dua bulan sesuai dengan ketebalan kayu. 


Kayu akasia termasuk kayu yang tahan lama dan tahan terhadap hujan dan terik matahari. Akan tetapi, apabila digunakan ditempat yang lembab, maka kayunya mudah ditumbuhi jamur.


Sumber: 

https://id.wikipedia.org/wiki/Akasia

https://rimbakita.com/pohon-akasia

https://kumparan.com/berita-hari-ini/manfaat-pohon-akasia-untuk-kesehatan-dan-lingkungan-1uv2a2cqoZk

https://klikhijau.com/read/berkenalan-dengan-akasia-pohon-kenangan-yang-kembali-diidamkan/


Jumat, 05 Maret 2021

Yuk Kenali Kulin Kemitraan kehutanan (KK) Dalam Perhutanan Sosial

Maret 05, 2021 0 Comments

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki hutan yang luas. Bahkan termasuk dalam 10 besar negara dengan luas wilayah hutannya. Salah satu hutan yang dimiliki oleh Indonesia adalah Hutan Sosial. 


Kehutanan Sosial jelas berbeda dengan hutan konvensional. Berdasarkan Permen LHK No. P.83 Tahun 2016 Tentang Perhutanan Sosial, Perhutanan Sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan.

nur fadhilah syahrawi

Perhutanan Sosial sendiri dibagi menjadi beberapa ruang lingkup. Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanah Rakyat, Hutan Adat/Hutan Rakyat, dan Kemitraan kehutanan. Hutan-hutan terebut memilki ijin Kelola yang berbeda. Namun yang akan kita bahas kali ini adalah Kemitraan Kehutanan (KK).


Apa itu Kemitraan Kehutanan (KK)?

Berdasarkan Permen LHK No. P.83 Tahun 2016 Kemitraan Kehutanan adalah kerja sama antara masyarakat setempat dengan pengelola hutan, pemegang izin usaha pemanfaatan hutan/jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan hutan, atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan. 


Dalam Peraturan Meteri di atas Pasal 40 disebutkan bahwa Pengelola hutan atau pemegang izin wajib melaksanakan pemberdayaan masyarakat setempat melalui kemitraan kehutanan. 


Pengelola hutan yang dimaksud meliputi: 

a. kesatuan pengelolaan hutan; 

b. balai besar/balai taman nasional; 

c. balai besar/balai konservasi sumber daya alam; 

d. pengelola kawasan hutan dengan tujuan khusus; 

e. unit pelaksana teknis daerah taman hutan raya; dan/atau 

f. badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah pengelola hutan negara. 


Sedangkan pemegang izin dari pemanfaatan hutan diantaranya:

a. izin usaha pemanfaatan kawasan; 

b. izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan; 

c. izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam; 

d. izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman; 

e. izin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dalam hutan alam; 

f. izin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dalam hutan tanaman; 

g. izin usaha pemanfaatan air; 

h. izin usaha pemanfaatan energi air; 

i. izin usaha pemanfaatan jasa wisata alam; 

j. izin usaha pemanfaatan sarana wisata alam; 

k. izin usaha pemanfaatan penyerapan karbon di hutan produksi dan hutan lindung; 

l. izin usaha pemanfaatan penyimpanan karbon di hutan produksi dan hutan lindung; 

m. izin penggunaan kawasan hutan; dan/atau 

n. izin usaha industri primer hasil hutan.


Syarat Menjadi Mitra Pengelola atau Pemegang Izin

a. Memiliki kartu tanda penduduk atau surat keterangan tempat tinggal dari Kepala Desa setempat yang membuktikan bahwa calon mitra bertempat tinggal di dalam dan/atau di sekitar areal pengelola hutan dan pemegang izin; 

b. Dalam hal masyarakat berada di dalam kawasan konservasi sebagai penggarap dibuktikan dengan areal garapan sebelum ditunjuk/ditetapkan kawasan konservasi berupa tanaman kehidupan berumur paling sedikit 20 (dua puluh) tahun atau keberadaan situs budaya; 

c. Dalam hal masyarakat setempat sebagaimana dimaksud pada huruf a berasal dari lintas desa, diberikan surat keterangan oleh camat setempat atau lembaga adat setempat; 

d. Mempunyai mata pencaharian pokok bergantung pada lahan garapan/pungutan hasil hutan bukan kayu di areal kerja pengelola hutan atau pemegang izin; dan 

e. Mempunyai potensi untuk pengembangan usaha padat karya secara berkelanjutan.  


Adapun dalam hal Dalam hal masyarakat setempat atau perorangan bermitra dengan pemegang izin industri primer hasil hutan kayu atau bukan kayu, masyarakat memiliki bukti sebagai pemasok bahan baku ke pemegang izin industri mitranya.


Mengenal Areal Kemitraan kehutanan

Areal kemitraan kehutanan antara pengelola hutan atau pemegang izin dengan masyarakat setempat ditetapkan dengan ketentuan: 

a. areal konflik dan yang berpotensi konflik di areal pengelola hutan atau pemegang izin; 

b. areal yang memiliki potensi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat; 

c. di areal tanaman kehidupan di wilayah kerja IUPHHK-HTI; 

d. di zona pemanfaatan, zona tradisional dan zona rehabilitasi pada taman nasional atau blok pemanfaatan pada taman wisata alam dan taman hutan raya; dan/atau 

e. areal yang terdegradasi di kawasan konservasi. 


Adapun Dalam hal areal yang terdegradasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e berada di zona inti atau zona rimba pada taman nasional atau blok perlindungan pada taman hutan raya dan taman wisata alam, sebelum diberikan kegiatan kemitraan pada kawasan konservasi dilakukan revisi  zonasi dan blok sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Pemanfaatan Areal Perhutanan Sosial

Pemanfaatan hutan dalam rangka kemitraan kehutanan berupa hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan hutan di hutan lindung atau hasil hutan bukan kayu, hasil hutan kayu dan jasa lingkungan hutan di hutan produksi. Sedangkan Tata usaha hasil hutan bukan kayu diatur dengan Peraturan Menteri tersendiri.


Pemanfaatan hasil hutan kayu dan/atau hasil hutan bukan kayu dan/atau jasa lingkungan di areal kemitraan kehutanan berdasarkan naskah kesepakatan kerja sama.


Hak dan Kewajiban Serta Fasilitas Pengelola atau Pemegang Izin

Setiap Pengelola atau Pemegang Izin memiliki Hak dan Kewajiban yang diatur oleh Peraturan Menteri. Sehingga nantinya para pemegang inin ataupun pengelola mampu mengelola dengan baik. Adapun hak dan kewajiban Pengelola dan Pemegang Saham sebagai berikut:


Hak pengelola atau pemegang izin dalam kemitraan kehutanan: 

a.  melaksanakan kegiatan pengelola hutan atau kegiatan usaha pengelolaan hutan atau kegiatan pemanfaatan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan 

b. mendapat perlindungan dari perusakan lingkungan hidup dan hutan. 


 Hak mitra dalam kegiatan kemitraan kehutanan: 

a.  mendapat keuntungan yang setimpal dari hasil kegiatan kemitraan kehutanan sesuai dengan naskah kesepakatan kerja sama; dan 

b. mendapat bimbingan teknis dari pengelola hutan atau pemegang izin.


Pengelola atau Pemegang Izin dalam Kemitraan Kehutanan wajib: 

a.  melaksanakan pemberdayaan masyarakat setempat melalui kemitraan kehutanan; 

b. membayar penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan kemitraan kehutanan; dan 

c. melindungi mitranya dari gangguan perusakan lingkungan hidup dan kehutanan. 

Mitra dalam kegiatan kemitraan kehutanan wajib: 

a. mentaati naskah kesepakatan kerja sama; 

b. menjaga dan melindungi areal kemitraan bersama mitranya; dan 

c. membayar penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan kemitraan kehutanan kecuali pengelola atau pemegang izin rela membayar penerimaan negara bukan pajak.


Selain Hak dan Kewajiban, Pengelola dan Pemegang Izin memiliki fasilitas di antaranya:

(1) Pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi Pemegang HPHD, IUPHKm, IUPHHK-HTR, Kemitraan Kehutanan dan Pemangku Hutan Adat. 

(2) Fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitasi pada tahap usulan permohonan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas termasuk manajemen usaha, pembentukan koperasi, tata batas areal kerja, penyusunan rencana pengelolaan hutan desa, rencana kerja usaha, dan rencana kerja tahunan, bentuk-bentuk kegiatan kemitraan kehutanan, pembiayaan, pasca panen, pengembangan usaha dan akses pasar. 

(3) Pemerintah dan pemerintah daerah dalam memberikan fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat dibantu oleh Pokja PPS dan penyuluh kehutanan, instansi lain yang terkait, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi. 

(4) Pemerintah memfasilitasi program/kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi tanah dan air, konservasi keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi, sertifikasi pengelolaan hutan lestari dan/atau sertifikasi legalitas kayu. 

Materi:
   

Sumber: http://pkps.menlhk.go.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah_hutan

Rabu, 03 Maret 2021

Menguak Prospektif Gaharu, HHBK Bernilai Ekonomi Tinggi

Maret 03, 2021 0 Comments

 Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil hutan. Bahkan Indonesia juga disebut sebagai paru-paru dunia. Hal ini tidak lepas luasnya hutan di Indonesia. Sampai dengan Tahun 2019 terdapat  125.921.112  ha luas kawasan hutan Indonesia.  Kawasan hutan tersebut terdiri atas hutan konservasi seluas 27.422.592 ha, hutan lindung seluas 29.661.015 ha, hutan produksi terbatas seluas 26.787.910 ha, hutan produksi tetap seluas 29.202.047 ha, dan hutan produksi yang dapat di konservasi seluas 12.847.548 ha.

gaharu

Dengan luas tersebut, maka sumber daya alam dan prosepek untuk memanfaatkan hutan di Indonesia semakin terbuka. Salah satu sumber daya alam dari hutan yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan adalah Hasil Hasil hutan bukan kayu.


1. Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Pengertian lainnya dari hasil hutan bukan kayu yaitu segala sesuatu yang bersifat material (bukan kayu) yang diambil dari hutan untuk dimanfaatkan bagi kegiatan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sedangkan menurut Undang-undang, pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu diantaranya:

- Menurut Undang-undang No 41 tahun 1999, HHBK terdiri dari benda-benda hayati yang berasal dari flora dan fauna yang hidup di hutan. Selain itu, HHBK juga meliputi jasa air, udara, dan manfaat tidak langung dari hutan.


- Menurut Peraturan Menteri Kehutanan No 35 tahun 2007, HHBK adalah hasil hutan baik nabati atau hewani serta produk turunan dan budidaya, kecuali produk kayu yang berasal dari hutan.


2. Macam-macam  HHBK

Hasil Hutan Bukan Kayu dibedakan menjadi dua macam yaitu HHBK Non Komersil dan HHBK Komersil.


Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Non Komersil

Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu non komersil umumnya diambil dan dimanfaatkan secara langsung, antara lain:


1. Buah-buahan

Hutan menghasilkan beragam buah-buahan, baik yang selalu berbuah sepanjang tahun maupun buah musiman. Bagi masyarakat sekitar hutan, buah merupakan sumber makanan penting, seperti buah cempedak, durian, duku, pisang, salak, sukun dan sebagainya.


2. Umbi-umbian

Bagi suku-suku yang hidup di pedalaman, umbi-umbian menjadi makanan pokok dan banyak ditanam di kawasan hutan. Misalnya di kawasan hutan yang dihuni oleh Orang Rimba, ditempat ini banyak ditanam jenis umbi-umbian sebagai berikut:


Ubi rambat atau ubi jalar dalam bahasa Orang Rimba disebut dengan bubi pilo umumnya ditanam ladang dan tidak ditemukan tumbuh liar di hutan.


Gadung merupakan makanan bagi Orang Rimba ketika paceklik. Gadung menjadi pilihan terakhir karena mengandung racun sehingga memerlukan tahap pengolahan yang hati-hati.


Keladi meliputi keladi santai, abang pinggang, kambau, rumpun pisang, mangkuk dan keladi kuning yang dapat dimakan mentah) dan berbagai jenis umbi-umbian lainnya.


3. Madu

Madu merupakan hasil hutan non kayu yang mempunyai banyak khasiat dan telah lama dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya madu sumbawa yang memiliki keistimewaan berupa hasil dari lebah endemik dan nektar yang berasal dari pohon gaharu hutan.


Selain itu, di hutan Jambi tempat Orang Rimba tinggal juga terdapat madu istimewa bernama madu sialang. Orang rimba umumnya meminum madu dengan mencampur madu dengan sedikit air pada wadah yang terbuat dari bambu.


Madu sendiri dapat dikategorikan sebagai hasil hutan non kayu non komersil dan komersil apabila diperjualbelikan.


4. Tanaman Obat

Hutan menyimpan berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat dalam bidang medis dan kesehatan. Misalnya, tumbuhan purwaceng yang mempunyai khasiat untuk kebugaran dan daya tahan pria, serta sambiloto yang merupakan tanaman herba pahit kaya manfaat.


Sama halnya dengan madu, tanaman obat dapat masuk sebagai hasil hutan bukan kayu non komersil atau komersil jika diperjualbelikan.

 

5. Hewan

Bagi suku yang tinggal di hutan, aneka jenis hewan buruan memberikan kecukupan makanan sebagai lauk pauk. Ikan, burung, babi, dan sebagainya merupakan binatang yang menjadi sasaran buruan masyarakat sekitar hutan.


Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Komersil

Hasil hutan non kayu komersil adalah hasil hutan selain kayu yang memiliki nilai ekonomis dan dapat diperjualbelikan, antara lain:


1. Rotan

Rotan adalah tanaman yang tumbuh merambat dari keluarga Palmae. Sebagai hasil hutan bukan kayu, rotan Indonesia mencapai puncak kejayaan ketika mencukupi 85% kebutuhan bahan baku di dunia. Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ini dihasilkan oleh daerah-daerah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua.


Saat ini, penggunaan rotan alami sebagai bahan baku industri kerajinan mulai digantikan oleh rotan sintetik dari bahan High Density Polythylene (HDPE) yang memiliki keunggulan, seperti lebih tahan lama, dapat didaur ulang, serta tersedia dalam berbagai warna.


2. Damar

Damar dihasilkan dari pohon Agathis dammara (Lamb.) Rich yang merupakan flora asli Indonesia. Pohon ini tersebar di daerah Jawa, Maluku, Sulawesi, hingga Palalawan dan Samar di Filipina. Tumbuhan ini banyak dibudidayakan untuk diambil getahnya kemudian diolah menjadi kopal.

 

Kopal adalah hasil olahan getah atau resin yang disadap dari batang pohon damar. Dalam dunia industri, kopal digunakan untuk bahan dasar pelapis kertas agar tinta pena tidak menyebar, penambal gigi dan plester, serta campuran lak dan vernis.


3. Enfleurasi

Enfleurasi adalah metode ekstraksi dengan lemak dingin untuk produksi minyak yang dihasilkan dari bunga, seperti bunga melati dan bunga sedap malam. Enfleurasi menggunakan lemak karena lemak mempunyai daya absorbsi yang tinggi terhadap minyak yang dihasilkan bunga.


Contoh produk hasil enfleurasi adalah pomade, yakni lemak beraroma khas dari bahan yang telah terenfleurasi. Untuk mendapatkan minyak murni, pomade yang telah terbentuk akan kembali diekstrasi dengan alkohol dan hasilnya disebut ekstrait.


3. Gaharu

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin yang khas dari sejumlah spesies pepohonan marga atau genus Aquilaria, terutama Aquilaria malaccensis. Seperti minyak atsiri, kandungan resin dari pohon gaharu yang berbau harum banyak dimanfaatkan dalam industri parfum dan setanggi.


Secara ekonomis, Gaharu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Dikenal memiliki nilai jual dan pasar yang sangat besar, ternyata gaharu banyak menyimpan manfaat dan potensi yang bisa dimanfaatkan. 


Kayu dari pohon gaharu memiliki keunikan, yaitu pada umur 25 tahun pohon ini secara alami akan terserang penyakit pada bagian gubal kayu. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp yang menjadikan gubal gaharu menghasilkan wangi khas dan berbeda dari pohon lainnya.


4. Manfaat Gaharu

Sama seperti manfaat kayu pada umumnya, kayu gaharu dapat dimanfaatkan untuk kepeluan bahan bangunan, furniture dan lainnya. Namun karena memiliki kandungan resin yang menyebabkan munculnya aroma khas, pohon gaharu juga dimanfaatkan untuk kebutuhan sebagai berikut:


Parfum atau wewangian

Obat atau terapi penyakit

Aromaterapi dan antidepresan

Bahan komestik, seperti shampoo dan bedak

Untuk ritual kebudayaan, seperti dupa

Bahan kayu tasbih

Mengobati sembelit, kembung, diare, masuk angin hingga penyakit ginjal

Menurunkan hipertesi dan sesak napas


Untuk memperoleh manfaat kayu gaharu agar dapat digunakan secara langsung, maka dilakukan proses penyulingan atau distalasi uap sehingga minyak dan senyawa aromatik gaharu dapat terpisah dari kayunya.


5. Cara menghasilkan Gaharu

Ada beragam cara untuk menghasilkan Gaharu terbaik. Beberapa diantaranya sudah melalui proses riset yang sudah dilakukan oleh beberapa ahli. Seperti yang dilakukan oleh Megga Ratnasari Pikoli, Suhendra, Baihaki Ulma, dan Dinda Ikhwati dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2018. 


Riset yang didukung oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI ini tidak hanya tentang manfaat Gaharu, tetapi juga mengenai teknik pembuatan ekstrak gaharu. Adapun pembuatan ekstrak Gaharu tersebut diantaranya:


Pertama, batang gaharu dikeringkan, dicacah dengan blender, dan ditempatkan dalam labu erlenmeyer. Aquades ditambahkan sebanyak volume cacahan batang dan didiamkan selama tiga hari.  


Larutan yang telah berwarna kecoklatan dipisahkan dari ampas batang. Ekstrak-air batang gaharu selanjutnya ditambahkan ke dalam larutan potato dextrose broth (PDB) sebanyak 4% dan 8% (v/v) dan disterilisasi dengan autoklaf.


Selanjutnya, dilakukan produksi komponen inokulan yang terdiri dari isolat fungi dan ekstrak mikroalga. Yaitu setiap isolat yang telah dimurnikan pada medium potato dextrose agar diperbanyak pada medium potato dextrose broth yang diberi 4% (v/v) atau 8% (v/v) ekstrak-air batang gaharu sebagai enrichment.  


Kultur diinkubasi pada suhu ruang sambil digoyang-goyang selama tiga hari. Pertumbuhan fungi dalam kedua medium berbeda konsentrasi ekstrak tersebut diamati secara kualitatif. Sementara itu, ekstrak mikroalga disiapkan, seperti yang telah dijelaskan.  


Selanjutnya fungi dan ekstrak ini dijadikan sebagai inokulan tunggal atau dikombinasikan. Sementara dalam analisis kimia gubal, dari setiap perlakuan dicuplik dengan cara dikikis dari setiap titik injeksi, untuk kemudian dibawa ke laboratorium.  


Sampel gubal dihaluskan dengan blender secara kering, lalu direndam dalam pelarut hexane selama 24 jam. Kemudian larutan didekantasi ke dalam microtube dan dipindahkan sebanyak 300 ul dalam microvial.  Macam kandungan di dalam ekstrak diketahui dari analisis ekstrak dengan GC-MS, mengikuti kondisi yang diberikan. Kemudian pada injeksi ikolun, batang utama pohon gaharu yang berusia minimal tujuh tahun dilubangi dengan bor kayu berdiameter 6 mm.  


Lingkar pohon adalah sekitar 60 cm, kedalaman lubang adalah 8 cm, dengan kemiringan 15°. Setiap lingkar pohon ditandai empat titik bor, yang berseling dengan lingkar di atas atau bawahnya. Jarak horizontal antar titik adalah 15 cm.  Inokulan diinjeksi dengan volume 3 ml, kemudian ditutup dengan selotip plastik. Injeksi dilakukan pada 2 pohon, dengan 3 ulangan per formula per pohon. 


Terkahir, pengamatan pembentukan gubal dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada bulan pertama dan kedua sejak diinjeksi. Kulit pohon di sekitar lubang injeksi dikupas sedalam 2 cm, dan gubal yang terbentuk diamati secara visual dengan melihat pembentukan warna coklat di sekitar lubang injeksi, diukur panjang vertikal dan horizontalnya, dan didokumentasi dengan kamera. 


Setelah selesai pengamatan pada bulan pertama, lubang dan kulit batang dibiarkan terbuka. Pada bulan kedua, gubal kembali diamati, diukur dan didokumentasikan. Setelah itu, sampel gubal dikupas sedalam ±2-3 mm dan dikering-anginkan. Gubal kering dibakar dengan pemantik api, dan asap yang keluar setelahnya dibaui. 


6 Budidaya Gaharu

Mengingat status kepunahan pohon gaharu berada pada kondisi Rentan Punah, maka diperlukan budidaya agar tetap lestari dan tidak punah. Secara alami, pohon gaharu akan menghasilkan minyak pada umur 25 tahun akibat pertahanan diri dari serangan Fusarium sp.


Akan tetapi, dengan teknik budidaya tertentu seperti penyuntikan virus secara sengaja, maka pohon gaharu telah dapat dipanen pada umur 5 tahun. Tentu ini memberikan keuntungan secara ekonomis, karena penebangan gaharu alam dapat berkurang.


1. Pemilihan Bibit Gaharu

Cara mendapatkan bibit gaharu berkualitas adalah dari persemaian yang juga berkualitas. Kita dapat membeli langsung ke penjual bibit pohon agar dapat memilih dari mencari informasi bibit mana yang memiliki kualitas baik.


Bibit gaharu siap tanam dan berkualitas baik serta sehat memiliki ciri, yaitu diameter sekitar 1 cm, akar tanaman tidak menembus plastik polybag, daun segar dan tidak layu, belum memiliki jaringan kayu yang dominan pada batang, tinggi sekitar 20 cm hingga 30 cm, dan jumlah daun dan tinggi batang proporsional.



 

Bibit harus diperlakukan dengan baik, misalnya ketika melakukan pemindahan atau pengangkutan bibit. Perlakukan yang mengesampingkan keamanan bibit, kemungkinan dapat menurunkan kualitasnya.


Agar kualias bibit gaharu terus terjaga, maka tanah dalam polybag harus selalu lembap namun tidak tergenang air, kepadatan tanah baik, hindari dari paparan sinar matahari secara langsung, serta tidak terkena hujan secara langsung.


2. Kualitas Lahan Tanam

Dalam membudidayakan gaharu, lahan tanam dapat disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan ditanam. Penentuan jumlah bibit dapat ditentukan dengan berpegangan pada jarak tanam pohon gaharu, yakni 3 m x 3 m. Jika kita memiliki lahan 1 hektar, maka jumlah bibit yang diperlukan adalah 1.111 bibit.


Tanah yang sesuai untuk budidaya gaharu adalah tanah subur yang cukup akan unsur hara, pori-porti tanag baik, tekstur proporsional, tingkat aerasi baik atau tidak tergenang, gembur, pH tanah netral (6 atau 7), serta dekat dengan sumber air untuk penyiraman.


3. Persiapan Media Tanam

Sebelum melakukan penanaman, media tanam perlu disiapkan paling lambat 2 minggu sebelum masa tanam. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan lebih awal agar lubang memperoleh cukup pasokan unsur hara.


Ukuran lubang tanamnya sekitar 3 m x 3 cm x 3 m, akan tetapi juga dapat menyesuaikan terhadap jenis gaharu yang akan ditanam.


Seperti tanaman pada umumnya, polybag bibit harus dilepaskan dengan hati-hati. Selanjutnya, bibit ditempatkan pada lubang tanam dan ditimbun dengan tanah gembur. Untuk menambah kandungan unsur hara dalam tanah, kita dapat menggunakan pupuk organik tambahan, seperti NPK. Pupuk NPK diberikan dengan takaran 20-30 gram pada setiap lubang tanam.


Jika keasaaman media tanam rendah atau dibawah pH 5, dapat dilakukan pembasaan atau pengapuran. Berikan kapur dolomit sekitar 100 gram pada setiap lubang tanaman.


4. Naungan Gaharu

Pohon gaharu sebisa mungkin dihindarkan dari penguapan yang berlebihan. Oleh sebab itu, pemberian naungan dapat dilakukan, seperti jerami, dedaunan, atau bahkan dari plastik. Naungan yang baik tidak menutupi sinar matahari secara keseluruhan, sebab gaharu tetap memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis.


Gaharu dapat ditanam pada pertengahan musim huja, karena memerlukan cukup air dan sinar matahari untuk tumbuh berkembang.


5. Perawatan Gaharu

Kita dapat melakukan perawatan umum pada pohon gaharu, seperti penyiangan, penyulaman, pemangkasan, serta perlindungan dari hama dan penyakit.


Penyiangan dibutuhkan agar pohon gaharu tumbuh optimal tanpa memperebutkan unsur hara dalam tanah dengan tumbuhan lainnya, seperti semak belukar dan rerumputan yang tumbuh secara alami.


Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi batang yang tumbuh ketika pohon masih pendek. Tujuannya adalah agar pohon gaharu menghasilkan kayu yang panjang, besar dan lurus.


Perlindungan hama dilakukan dengan cara memantau pertumbuhan dan keadaan sekitar tanaman.Pemberian pestisida dapat dilakukan dan menyesuaikan hama yang menyerang, baik itu pestisida organik maupun pestisida kimia.


Sumber: 

https://rimbakita.com/hasil-hutan-bukan-kayu/

https://imunitas.or.id/3562/hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk/

https://id.wikipedia.org/wiki/Gaharu

https://rimbakita.com/pohon-gaharu/

https://mitra.nu.or.id/post/read/107949/tata-cara-pembuatan-ekstrak-gaharu-dan-produksi-komponen-inokulan

https://8villages.com/full/petani/article/id/5e7825a4915f616133a9a15a


Selasa, 05 Januari 2021

Mengenal Green Climate Fund dan Programnya Untuk Indonesia

Januari 05, 2021 0 Comments
mengenal green climate fund

Apa Itu Green Climate Fund (GCF)?

Green Climate Fund (GCF) adalah sebuah mekanisme pendanaan di bawah Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) yang secara khusus dibentuk untuk memberikan dukungan keuangan sehingga negara-negara seperti Indonesia dapat mencapai target pengurangan emisinya.


Green Climate Fund medukung negara-negara berkembang termasuk Indonesia dalam program ketahanan terhadap iklim dengan pembangunan rendah emisi. GFC ini nantinya akan membantu pendanaan program, proyek, kebijakan dalam suatu negara untuk menanggapi perubahan iklim.


Secara garis besar, GFC ini nantinya akan membantu pendanaan berupa investasi publik untuk merangsang keuangan swasta, membuka investasi ramah iklim untuk emisi rendah dan iklim pembangunan yang tangguh. 


Program ini sangat penting bagi Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia diketahui memiliki lahan yang sangat luas. Namun pembangunan dan perkembangan juga tidak dapat dihindari seiring semakin meningkatnya pembangunan yang terjadi. 


Seperti yang diketahui, Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan konsisten sebesar sekitar 6% per tahun selama 15 tahun terakhir. Namun tidak dapat dipungkiri juga Indonesia sebagai penghasil gas rumah kaca kelima terbesar di dunia.


Disadari atau tidak, perkembangan dan pembangunan sebuah negara terkadang tidak senada dengan alam. Oleh karena itu, keberadaan GFC ini nantinya diharapkan memberikan dampak yang sangat besar dalam peningkatan kualitas  lahan dan ketahanan Iklim di Indonesia.


Program apa saja yang mendapat Suntikan Pendanaan GFC di Indonesia ?

Program utama GFC adalah  membantu negara berkembang dalam menjaga ketahanan iklim disaat meningkatkan pembangunan dalam suatu negara.

Adapun beberapa program GFC di Indonesia diantaranya:


1. Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) Project

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi panas bumi terbesar di dunia, tetapi pengembangannya terbatas karena biaya pengembangan tahap awal yang berisiko dan mahal. Hambatan-hambatan ini semakin dipersulit dengan adanya kerangka tarif panas bumi yang harus kompetitif untuk memungkinkan investasi sektor swasta.


Proyek ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan pengembangan energi panas bumi dengan cara memperkenalkan mekanisme mitigasi risiko hulu yang dirancang dengan baik dan dengan mempromosikan lingkungan regulasi yang kondusif. Dengan mengembangkan sumber daya panas bumi, proyek ini diharapkan dapat menghindari 102,2 juta ton CO2 dalam jangka waktu 10 tahun, sementara pada saat yang sama memenuhi kebutuhan elektrifikasi.


Di bawah program ini, pengembang panas bumi sektor publik dan swasta akan memiliki akses dana untuk membantu mengurangi risiko pengembangan tahap awal. Fasilitas mitigasi risiko sumber daya panas bumi akan menyediakan pembiayaan kontingensi dan pinjaman lunak untuk pengeboran konfirmasi sumber daya.


2. Climate Investor One ("CIO")

Climate Investor One ("CIO") adalah fasilitas pendanaan padanan yang menyediakan dana untuk proyek-proyek energi terbarukan skala menengah di negara-negara berkembang. Fasilitas pendanaan ini memecahkan masalah terlalu sedikitnya modal swasta yang mengalir ke infrastruktur pasar negara berkembang dengan memposisikan modal donor secara strategis sebagai elemen kehilangan risiko pertama, dan dengan demikian mengatalisasi investasi komersial. Semua investasi menjadi sumber energi terbarukan dan bersih, sehingga menghindari emisi GRK.


CIO terdiri dari tiga dana yang terpisah namun saling terkait secara operasional, masing-masing dirancang sesuai fase siklus hidup proyek: Dana Pembangunan (Development Fund/DF), Dana Ekuitas Konstruksi (Construction Equity Fund/CEF) dan Dana Refinancing (Refinancing Fund/RF). DF terdiri dari modal donor dan menyediakan modal fase pengembangan proyek yang langka dalam bentuk pinjaman lunak. CEF menyediakan modal semua ekuitas untuk membiayai pembangunan proyek dan terdiri dari tiga tahapan: 20% ekuitas junior (modal donor), 40% ekuitas biasa (modal komersial) dan 40% ekuitas senior (modal komersial).


Di Indonesia, CIO menargetkan hidro, matahari, atap dan mini-grid. CIO melakukan semua investasi sesuai dengan Prinsip-prinsip Investasi yang Bertanggung Jawab.


3. Pembayaran Berbasis Hasil REDD+ Indonesia

Green Climate Fund (GCF) mendukung seluruh fase dalam mekanisme Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) oleh Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC). Program perdana REDD+ Results- Based Payments (RBP) terbuka untuk negara-negara yang telah menyelesaikan dua fase pertama dan memiliki hasil untuk periode 2013 hingga 2018. Program perdana ini dimulai pada Oktober 2017 dan akan ditutup pada Pertemuan Dewan GCF Terakhir pada tahun 2022. 


Dari tahun 2014 hingga 2016, Indonesia mencapai hasil penurunan emisi sesuai dengan penghitungan kembali Tingkat Emisi Rujukan Deforestasi dan Degradasi Hutan (FREL) yang berjumlah 144,989,856 ton CO2 eq, yang 27 juta tCO2 eq-nya diajukan untuk pembayaran berbasis hasil (RBP) dari fasilitas REDD+ GCF. Jumlah yang diajukan untuk RBP setelah penyesuaian setara dengan USD 103.8 juta pada USD 5 per ton CO2 eq.  


Indonesia akan menggunakan dana untuk penguatan koordinasi, implementasi, dan arsitektur REDD+ secara keseluruhan, dukungan tata kelola hutan lestari yang terdesentralisasi melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Hutan Desa, serta pengelolaan proyek.


4. Sub national Climate Fund (SnCF)

Sub national Climate Fund (SnCF) merupakan payung pendanaan untuk meningkatkan jumlah proyek berdampak sosial dan lingkungan di tingkat sub nasional (daerah), pada sektor air dan sanitasi, pengolahan limbah, energi terbarukan, efisiensi energi, pertanian berkelanjutan, dan kota cerdas (e-mobility). Program ini akan menyediakan bantuan teknis dan blended finance untuk mempercepat pengembangan dan investasi dari portofolio proyek infrastruktur berkelanjutan. SnCF menjadi langkah awal dari inisiatif besar yang berusaha mengembangkan dan mereplikasi sumber pendanaan untuk infrastruktur berkelanjutan.


Pegasus Capital Advisors (Pegasus) akan mengawasi mobilisasi pembiayaan, sementara International Union for Conservation of Nature (IUCN) akan memimpin proses pemberian bantuan teknis.


Program ini akan dilaksanakan di 42 negara termasuk Indonesia, dan diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca pada tingkat global hingga 77,6 juta ton CO2ek untuk jangka waktu 20 tahun. Setiap pelaksanaan proyek di bawah program SnCF akan didiskusikan dengan National Designated Authority (NDA) dari setiap negara.


5. Program Kesiapan (Readness Programe)

Program Kesiapan ini mencakup kegiatan yang saling terkait untuk mencapai lima hasil kesiapan utama:


Penguatan kapasitas negara - memperbaiki mekanisme koordinasi dan prosedur NOL dari GCF NDA, mengembangkan sistem pemantauan dan pengawasan, dan kegiatan penguatan kapasitas lainnya.


Pelibatan pemangku kepentingan - mengarusutamakan pendekatan multi-pemangku kepentingan dengan fokus kesetaraan gender dan sosial yang kuat ke dalam alur kerja NDA GCF.


Realisasi akses langsung - mengidentifikasi dan mendukung entitas yang dipilih melalui proses akreditasi GCF.


Akses finansial - mengidentifikasi dan mengembangkan proyek potensial bankable, perjodohan antara sektor swasta, lembaga keuangan, (D)AE dan pengembang proyek.


Mobilisasi sektor swasta - mengidentifikasi hambatan investasi, mengembangkan solusi, dan memfasilitasi perjodohan peminjam untuk investasi iklim.


Siapa saja Lembaga Pengelola GCF?

Green Climate Fund (GCF) adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang mengurangi emisi gas rumah kaca (mitigasi) dan meningkatkan kemampuan untuk menanggapi perubahan iklim (adaptasi). Lembaga pendanaan ini didirikan oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada 2010.


Secara tugas pokok, ada tiga actor penting dalam pengelolaan GCF. Ketiga actor tersebut diantaranya National Designated Authority (NDA), Entitas Terakreditasi (Accredited Entities/AE), dan Entitas Pelaksana (Executing Entities/EE). 



National Designated Authority (NDA)

NDA berfungsi sebagai penghubung utama antara negara bersangkutan dengan Green Climate Fund (GCF). Badan Kebijakan Fiskal merupakan NDA GCF di Indonesia. NDA GFC juga menjadi penghubung antara GFC dengan pihak pemerintah yang dalam hal ini dipegang oleh Menteri Keuangan. 


Entitas Terakreditasi (Accredited Entities/AE)

AE, atau Entitas Terakreditasi, adalah lembaga atau organisasi yang terakreditasi oleh GCF untuk melakukan berbagai kegiatan seperti mengembangkan dan mengajukan proposal pendanaan serta mengawasi manajemen dan implementasi proyek dan program. AE dapat berasal dari sektor swasta atau publik dan dapat berupa entitas internasional atau entitas domestik.


Ada dua jenis AE GCF, berdasarkan modalitas akses: International Access Entities dan Direct Access Entities. Indonesia saat ini memiliki satu DAE terakreditasi, yaitu PT SMI, dan dua DAE yang masih dalam proses akreditasi, yaitu Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan Kemitraan.

Entitas Pelaksana (Executing Entities/EE)

Pemilik proyek yang bukan merupakan AE dapat bertindak sebagai Executing Entity (EE), atau Entitas Pelaksana. Sementara AE bertindak sebagai manajer program dana, EE mengawasi pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh GCF di bawah pengawasan AE. AE juga dapat bertindak sebagai EE.


Apa saja manfaat GCF di masa yang akan datang?

Program GCF bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga jangka Panjang. Semua elemen bisa menikmati manfaat dari GCF ini. Bagi Indonesia secara umum, Program ini bisa meningkatkan jumlah O2, Meningkatkan kualitas Oksigen, mengurangi dampak rumah kaca, dan Mempercepat pembangunan


Bagi rakyat Indonesia tentunya program ini memiliki manfaat yang sangat penting. Semakin meningkatkan kadang oksigen dan tentunya akan berdampak pada Kesehatan masyarakat di Indonesia. 


Selain dari itu, Masyarakat juga bisa memanfaatkan program ini dengan mengajukan proposal pendanaan. Selain dapat bermanfaat secara Kesehatan juga bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. 

Untuk Informasi lebih lengkap seputar GCF bisa juga download Booklet di – UNDUH DISINI


Sumber: 

http://greengrowth.bappenas.go.id/kontribusi-gcf-terhadap-pendanaan-perubahan-iklim-di-indonesia-dan-langkah-ke-depan/

http://greengrowth.bappenas.go.id/apa-itu-green-climate-fund-dan-bagaimana-cara-mengaksesnya-di-indonesia/

https://madaniberkelanjutan.id/2020/09/23/dana-perubahan-iklim-dan-bpdlh

https://fiskal.kemenkeu.go.id/nda_gcf/

https://fiskal.kemenkeu.go.id/nda_gcf/proyek

https://fiskal.kemenkeu.go.id/nda_gcf/berita/kontribusi-gcf-terhadap-pendanaan-perubahan-iklim-di-indonesia-dan-langkah-ke-depan

https://fiskal.kemenkeu.go.id/nda_gcf/tentang-gcf

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/berita/baca/15950/Green-Climate-Fund-untuk-Pembangunan-di-Indonesia.html


Rabu, 02 Desember 2020

Manfaat Buah, Biji, Bunga, dan Daun Kelengkeng

Desember 02, 2020 3 Comments

Kelengkeng merupakan salah satu jenis buah yang paling digemari di Indonesia. Kelengkeng atau yang sering disebut lengkeng ini memiliki rasa yang manis dan tentunya khas. Sehingga memiliki temoat yang spesial di lidah kita.

Namun tahukah kalian bahwa kelengkeng ternyata menimpan banyak manfaat. Tidak hanya dari bagian buah, bagian lain dari pohon yang memiliki nama longan atau bahasa ilmiyahnya Dimocarpus longan ini juga bermanfaat bagi manusia. 

manfaat kelengkeng

Tak ayal beberapa bahan herbal menggunakan bagian dari pohon ini. Penasaran apa saja manfaat dari kelengkeng ini? Yuk simak di bawah ini.


Manfaat Buah Kelengkeng

1. Mengandung Vitamin C

Buah kelengkeng mengandung banyak vitamin c yang baik bagi tubuh. Kadar vitamin C dalam buah kelengkeng ini setara dengan 140% asupan harian yang direkomendasikan. Seperti yang diketahui, Vitamin C merupakan antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari stress oksidatif dan beberapa gangguan lainnya.

2. Mengandung Banyak Nutrisi Penting

Tidak hanya Vitamin C, ternyata Lengkeng juga mengandung banyak nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan nutrisi ini bervariasi mulai dari kadar rendah, sedang, hingga tinggi. Sehingga sangat cocok untuk kebutuhan tubuh.

Adapun beberapa nutrisi Kelengkeng diantaranya vitamin, Mineral, tembaga, kalium, dan riboflavin. Meskipun mungkin bukan merupakan buah yang padat nutrisi dibanding buah lainnya, manfaat buah kelengkeng untuk kesehatan juga menawarkan profil nutrisi yang cukup baik.

3. Mengandung Berbagai Polifenol

Buah kelengkeng adalah sumber polifenol. Menurut jurnal Frontiers in Nutrition, polifenol adalah senyawa kimia yang dianggap memiliki efek kesehatan yang bermanfaat. Di antara manfaat buah kelengkeng ini, peneliti menemukan bahwa polifenol mungkin memiliki beberapa manfaat kesehatan untuk mengatur tekanan darah, kadar lemak, peradangan, dan resistensi insulin.

4. Anti Peradangan

Pada studi dengan tikus oleh Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, ekstrak kelengkeng menunjukkan efek penghambatan oksidasi, penurunan tingkat peradangan, dan meningkatkan kadar antioksidan plasma yang tinggi.

Selain itu, orang Asia menggunakan bubur buah kelengkeng untuk menyembuhkan luka, alergi, flu, dan penyakit radang lainnya. Lapisan luar, pulp, dan biji buah kelengkeng memiliki phytochemical anti-inflamasi seperti asam galat, epicatechin, dan ellagic acid.

Senyawa ini menghambat produksi bahan kimia proinflamasi seperti prostaglandin, histamin, nitrit oksida, dan faktor nekrosis jaringan (TNF) dalam tubuh, menurut jurnal Evidence-based Complementary and Alternative Medicine.

Karena banyaknya vitamin B dan C, manfaat buah kelengkeng juga memberikan penyembuhan dan mengobati kondisi peradangan kronis seperti edema, GERD, penyakit iritasi usus (IBS), alergi kulit, luka bakar, psoriasis, dan penyakit Crohn.

5. Mengobati Anemia Dan Kekurangan Zat Besi

Ekstrak kelengkeng, bersama dengan herbal asli lainnya, digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk menyembuhkan anemia, trombositopenia, dan gangguan terkait darah lainnya.

Dalam Peer Journal, diidentifikasi bahwa wanita perkotaan yang tidak mengonsumsi zat besi dengan takaran yang dianjurkan WHO (<5 porsi buah atau sayuran per hari) berada pada risiko yang lebih tinggi dari anemia sedang dan berat.

Buah kelengkeng kering mengandung 1,5 mg zat besi per ons. Mengonsumsi buah ini akan meningkatkan jumlah trombosit dan konsentrasi hemoglobin, terutama pada wanita yang sedang menstruasi dan hamil. Ini menjadi manfaat buah kelengkeng yang lainnya.

6 . Anti-penuaan Kulit

Menurut satu teori yang tidak diverifikasi dari jurnal National Library of Medicine, ada senyawa antioksidan kelengkeng (yang mungkin menetralkan radikal bebas) dan potensi pengurang glukosa dan kepekaan insulin yang memengaruhi anti-penuaan.

Para peneliti mengeksplorasi apakah kelengkeng dapat mengurangi glikasi dalam sel, suatu proses yang berteori untuk berkontribusi pada penuaan. Glikasi adalah suatu proses di mana protein dan DNA penting diubah dan aktivitasnya diubah.

Proanthocyanidins dalam buah lengkeng tampaknya meningkatkan respons terhadap insulin pada hewan. Secara teoritis, ini dapat membantu mencegah komplikasi dan masalah kesehatan terkait penuaan pada orang dengan diabetes.

7. Dapat Membantu Turunkan Berat Badan

Buah kelengkeng dapat membantu menghilangkan lemak tubuh. Menurut sebuah penelitian tahun 2009 di Journal of Functional Foods, ekstrak kelengkeng yang kaya polifenol secara signifikan mengurangi berat badan, lingkar perut, dan lemak visceral dibandingkan dengan penggunaan plasebo.

Jumlah kalori, lemak, dan karbohidratnya yang lebih rendah menjadi salah satu manfaat buah kelengkeng yang bisa menjadi pengganti alternatif untuk makanan olahan yang sarat gula dalam makanan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

8. Sarat Manfaat untuk Ibu Hamil

Wanita terkadang mengalami penurunan stamina akibat kelelahan dan perutnya semakin membesar, sehingga menjadi tidak bersemangat dan lemas. Nah, dengan mengkonsumsi buah kelengkeng akan membantu memulihkan stamina karena mengandung glukosa dan sukrosa. Selain itu jika diminum secara rutin sangat bermanfaat untuk mengatasi keluhan tidur saat hamil.

Selain itu Kelengkeng juga Mengatasi Masalah Pencernaan Pada Ibu Hamil.  Pada awal kehamilan biasanya ibu hamil mengalami gejala morning sickness seperti mual dan muntah. Gejala lain yang dialami ibu hamil adalah susah buang air besar, perut kembung dan diare.

Dengan mengkonsumsi buah kelengkeng akan membantu mengatasi masalah tersebut. Hal ini dikarenakan buah kelengkeng mengandung lemak dan protein nabati yang berguna untuk merangsang proses metabolisme.

Manfaat lain bagi ibu hamil adalah sebagai Obat Cacing Bagi Ibu. Buah kelengkeng memiliki khasiat sebagai obat cacing alami karena mengandung asam tartat. Mengkonsumsi obat-obatan selama kehamilan tentunya tidak dianjurkan karena dapat membahayakan janin. Oleh karena itu, buah lengkeng dapat menjadi salah satu solusi pengobatan alami untuk ibu hamil dalam mengatasi cacingan.

Mengobati Retensi Urin dan Obstruksi Saluran Kemih selama Kehamilan juga menjadi manfaat dari buah Kelengkeng. Karena perut yang semakin membesar, ibu hamil tidak hanya mengalami kesulitan buang air besar, tetapi juga kesulitan buang air kecil. Kondisi ini disebut juga retensi urin dalam bahasa kedokteran. Retensi urin dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan rasa sakit pada ibu hamil.

Untungnya, ada banyak obat herbal untuk penyakit ini. Salah satunya adalah buah kelengkeng, dan satu lagi manfaat minyak primrose bagi kesehatan.

Manfaat Bunga Kelengkeng

Bunga Kelengkeng memiliki kandungan yang tidak kalah banyak dengan buahnya. Seperti polifenol, dan beberapa kandungan lain. Lebih detilnya bisa disimak di bawah ini.

1. Mencegah penyakit Parkinson

Ekstrak Polifenol pada bunga kelengkeng ternyata mampu mencegah penyakit parkitson. Sebuah studi jurnal National Library Health of Medicine menyebutkan bahwa kalengkeng dapat memperbaiki kenarja otak sehingga mampu mencegah penyakit parkinson.  

2. Memperbaiki Memori

Selain mencegah penyakit Parkinson, bunga kelengkeng juga bisa bermanfaat melindungi memori otak. Kandungan polifenol mampu mencegah peradangan otak dan memperbaiki kinerja otak. Sehingga system kerja memori otak tidak terganggu. 

3. Mengobati Anemia Dan Kekurangan Zat Besi

Ekstrak kelengkeng, bersama dengan herbal asli lainnya, digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk menyembuhkan anemia, trombositopenia, dan gangguan terkait darah lainnya.

Manfaat Biji Kelengkeng

Biji kelengkeng juga memiliki banyak manfaat. Biji kelengkeng sering digunakan sebagai bahan obat tradisional tiongkok atau juga sering dijadikan obat kecantikan. Ekstrak biji kelengkeng juga memiliki sarat manfaat bagi kita. Beberapa manfaat biji kelengkeng diantaranya.

1. Untuk Kecantikan

Biji kelengkeng bisa digunakan untuk kecantikan. Ekstrak dari biji kelengkeng dijadikan sebagai campuran untuk obat kecantikan. Hal ini dikarenakan kandungan pada biji kelengkeng bangak mengandung nutrisi penting untuk kesehatan.

2. Sebagai Obat Tradisonal

Kelengkeng diketahui banyak mengandung kandungan penting. Mulai dari bagian buah, Bungan hingga biji. Biji kelengkeng sering digunakan untuk menyemb uhkan beberapa macam penyakit. Seperti Penyakit Batu Ginjal, masalah Berat Badan,  Diabetes,  gangguan tulang.

3. Obat Kulit dan menetralisir Racun

Selain dijadikan sebagai obat tradisional. Biji kelengkeng dipercaya mampu mengatasi luka dan masalah pada kulit serta racun. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa biji kelengkeng bisa mengatasi racun ular, kala jengking, dan racun binatang lainnya. Kandungan biji kelengkeng dipercayay mampu menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.

Biji kelengkeng juga bisa menyembuhkan luka bakar dan gatal-gatal pada kulit. Caranya juga sangat gampang, cukup di tunbruk halus, kemudian dilumuri pada bagian yang gatal atau terkena minyak. 

Manfaat Daun Kelengkeng

Daun Kelengkeng juga memiliki banyak manfaat. Namun diantara beberapa manfaat daun kelengkeng, manfaat yang paling diburu adalah kandungannya yang sangat penting untuk mengatasi gangguan dan penyakit  serta menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar. Adapun manfaat-manfaat dari daun kelengkeng diantaranya:

1. Antioksidan

2. Menghambat pertumbuhan sel-sel kanker

3. Meredakan peradangan

4. Meredakan demam

5. Menghentikan diare

6. Mengurangi rasa sakit

7. Menghentikan perdarahan

8. Mengatasi cacingan

9. Memperlancar peredaran darah

10. Mengurangi rasa sakit kepala

11. Mengatasi keputihan

12. Memperlancar buang air kecil

13. Memperbaiki ekosistem di usus

Itulah Manfaat dari buah, bunga, biji, dan daun kelengkeng. Jadi saatnya kita untuk melestarikan dan menanam buah kelengkeng di sekitar  kita. Karena selain manfaat dari buah, bunga, dan sebagainya, menanam kelengkeng di sekitar kita juga bermanfaat untuk penghijauan, sebagai investasi oksigen, dan tentunya untuk kesehatan sekitar. 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Lengkeng

https://www.orami.co.id/magazine/manfaat-kelengkeng-yang-tidak-terduga/

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/2668734/3-khasiat-biji-kelengkeng-buat-kesehatan-yang-belum-kamu-tahu

https://www.bola.com/ragam/read/4136510/8-manfaat-buah-kelengkeng-untuk-kesehatan-dan-kecantikan-bantu-atasi-rambut-rontok

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3848003/biji-kelengkeng-untuk-jaringan-tubuh-anda

https://www.jualbenihmurah.com/blog/21-manfaat-dan-khasiat-tanaman-buah-kelengkeng-yang-wajib-anda-ketahui-tenyta-sangat-baik-untuk-kesehatan-tubuh-dan-kecantikan-kulit-kita

https://hot.liputan6.com/read/3996986/kaya-nutrisi-ini-6-manfaat-menakjubkan-kelengkeng-untuk-kesehatan